Kesehatan Perkawinan dan Pembesaran Dara sejak masa lepas sapih
John Moran, Kyabram
Updated: February 2006
AG0506
ISSN 1329-8062
Pendahuluan
Sapi dara harus mulai dikawinkan pada usia 15 bulan untuk dapat melahirkan pada usia 2 tahun. Partus pada umur 3 tahun tidak memiiki cukup produksi air susu untuk menutupi biaya pemeliharaan yang terus bertambah sebagai ternak non-produksi. Selain itu, pengelolaan sapi dara tua akan lebih rumit saat akan dikawinkan nantinya.
Pengelolaan Program Pemeliharaan Dara
-
Ternak dara harus terpisah dari induk untuk menghindari serangan penyakit yang dibawa oleh ternak yang lebih tua
-
Imunitas yang dibawa oleh induk akan ditransfer kepada anak melalui kolostrum
-
Jika pembesaran berada dalam satu lokasi dengan induk, maka ternak dara akan beresiko terinfeksi penyakitt setelah partus I dan bersentuhan langsung dengan sapi yang lebih tua.
-
Hal ini harus diperhatikan karenan merupakan awal perawatan kesehatan memproduksi susu, serta kemampuan mereka dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan manajemen.
-
Sebelum partus pertama, ternak dara berada dalam kondisi yang relatif lemah karena kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu di rumput.
-
Saat memasuki fase pemerahan secara berkelompok, ternak daa akan lebih banyak berkompetisi dalam hal mendapatkan pakan dan posisi sosial dalam kelompok
-
Monitoring secara ketat harus dilakukan agar ternak dara dapat mencapai standar bobot badan yang ideal
-
Lokasi padang gembala harus berada jauh dari sisi yang curam, tebing dan lokasi berbahaya lainnya
-
Ternak dara kadang mencoba untuk makan kawat pagar dan dapat membahayakan
-
Setelah partus, ternak tersebut akan lebih mudah menyesuaikan diri dan diperah dalam sebuah kelompok sosial saat berkontak dengan manusia.
-
Diperlukan penanganan pada beberapa minggu kehamilan tua, dalam penyediaan makanan tambahan untuk membangun tubuh menyesuaikan kondisi dan juga untuk menangani mereka. Misalnya, mereka dapat diberi makan sambil berjalan tenang kandang pemerahan.
Kesehatan ternak
-
Sangat penting merencanakan dan melakukan kontrol rutin terhadap parasit internal maupun eksternal, program vaksinasi, termasuk penanganan cacing bulat dan hati serta vaksinasi terhadap Clostridia dan Leptospirosis.
-
Vaksinasi untuk Clostridia sangat penting dan murah. Vaksinasi dilakukan pada masa lepas sapih, dengan dosis ulangan yang diberikan enam minggu kemudian (pada umur satu tahun) dan saat masa kering.
Reproduksi ternak Dara
-
Untuk memperoleh kualitas genetik yang baik, ternak dara harus dikawinkan dengan cara Inseminasi Buatan
-
Straw yang digunakan untuk IB harus terjamin kualitasnya dan mampu menjamin produksi air susu, kadar lemak dan protein susu serta kemudahan dalam persalinan
Keuntungan program Inseminasi Buatan :
-
manfaat kualitas produksi air susu pada keturunan
-
mengurangi panjangnya interval antar generasi
-
meningkatkan kualitas genetic pedet
-
mengurangi jumlah pejantan diperlukan
-
mempersingkat program perkawinan
-
Sistem perkawinan alam akan menghasilkan replacement stock saat usia induk mencapai umur 5 tahun
-
Sementara bila menggunakan system IB, dan ternak dara mulai dikawinkan sat umur 15 bulan, maka pedet pertama akan menjadi replacement stock sat induk baru berumur 4 tahun.
-
Populasi 100 ekor ternak sapi perah memerlukan 25 – 30 replacement stock setiap tahun.
-
Inseminasi buatan juga akan memberikan kualitas genetic yang lebih baik Kemudahan partus tergantung pada kondisi ternak dara dan kondisi pedet, seperti usia kebuntingan yang panjang, bobot lahir, dan prosentasi kelahiran
-
Pejantan akan memberikan nilai tambah berupa kemudahan untuk melahirkan pedet dan menghasilkan pedet yang masih memiliki potensi untuk berkembang
besar terutama dalam performa frame, meski pedet memiliki bobot lahir yang rendah. -
Bila kita menggunakan IB, hal yang penting untuk dilakukan adalah melakukan seleksi pejantan yang mudah dalam melahirkan pedet.
-
Nilai yang diharuskan agar pedet dapat menjadi ayah harus sebesar 2 – 3% dari anak
-
Ternak dara harus mencapai bobot badan ideal minimal 60 – 80 hari sebelum perkawinan dengan skor kondisi 5 atau lebih, dan terlihat siklusnya
-
Berahi pada ternak dara terlihat kurang jelas dan memiliki jangka waktu yang lebih singkat dibandingkan ternak yang lebih tua. Periode berahi selama 8 jam panas adalah yang wajar sehingga deteksi berahi dalam IB adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh petani.
-
Cat pada ekor Ekor cat, dan papan Kamar serta Pejantan penggoda dengan bola harnesses sangat berguna dalam deteksi berahi.
-
Ternak sapi perah jenis Friesian Holstein memiliki masa remaja sampai bobot badan sekitar 240 kg dengan usia antara 8 – 20 bulan. Target bobot kawin Frien Holstein 300 sampai 360 kg, tetapi dengan bobot badan sekurang-kurangnya 280 kg kesuksesan IB sangatlah wajar.
-
Ternak sapi perah jenis Jersey 240 – 275 kg dengan target minimal 210 kg. Ternak dara hyang kurus dan tidak mampu mempertahankan bobot badan akan mengurangi kesuburan. Selain harga yang rendah, kemungkinan terjadi kasus kebidanan juga sangat tinggi.
-
Sinkronisasi Berahi Ternak Dara
Program sinkronisasi berahi dapat mengurangi masa IB satu atau dua hari, manfaat manajemen akan sangat terasa. Program seperti ini juga akan memudahkan pola kelahhiran pedet, mengurangi waktu untuk melakukan pengamatan berahi.
Ternak dara yang disinkronisasi dappat melahirkan pedet lebih awal hingga 10 hari. Penggunaan AI pada ternak dara paling praktis dengan aplikasi program sinkronisasi berahi. Hasil yang lebih baik di bawah kondisi ideal, seperti saat cuaca cerah, dengan akses baik menuju farm dan penanganan sarana ketika heifers berada dalam kondisi tubuh yang baik.
Tiga sistem utama yang kini digunakan
CIDR atau Controlled Internal Drug Release
Merupakan perangkat pelepasan progestagen (progesterone sintetis) dan sering digunakan dengan oestradiol dalam bentuk kapsul atau dengan suntikan prostaglandin sekali pakai
Syncro-mate B dalam bentuk pelet yang diimplantasi dalam telinga Implants. Alat ini akan melepaskan progestagen dan sering digunakan dengan injeksi oestradiol
Injeksi Prostaglandin (Lutalyse atau Estrumate). Sistem ini biasanya membutuhkan dua kali suntikan, hari ke 10 – 15
Tidak ada sistem dapat menjamin sikronisasi berahi yang ketat, hal yang ideal adalah IB di waktu yang tepat setelah perlakuan. Pengalaman menunjukkan bahwa hasil yang terbaik
biasanya dicapai dengan inseminasi pada deteksi berahi pada hari ke 2 – 5 hari setelah perlakuan. Program-program tersebut memerlukan beberapa ternak dara, sehingga mereka harus tenang dan mudah ditangani. Kebersihan juga penting.
Oestradiol dan prostaglandins hanya dapat diberikan dengan resep Dokter Hewan, yang bertanggungjawab pada resep untuk program dan obat-obatan yang digunakan.
Beberapa ternak dara yang diberi perlakuan kemungkinan akan mengeluarkan lendir, meskipun hal ini tidak mungkin mempengaruhi kesuburan. Beberapa ternak dara kemungkinan menderita kerusakan CIDR karena tekanan pada dinding vagina. Salah satu penyebab kegagalan terbesar dalam program sinkronisasi pada ternak dara dengan bobot badan rendah saat dikawinkan. Program tersebut tidak pula dapat dijadikan pola dalam kelahiran pedet, karena mereka tidak berpengaruh pada siklus yang tidak teratur pada ternak dara maupun induk.
Pada perkawinan alam yang merupakan salah satu pilihan program, program sinkronisasi diatur selama beberapa hari. Beberapa peternak akan lebih menyukai perkawinan alam, terutama pada para peternak yang tidak mau kehabisan waktu untuk melakukan seleksi dan penanganan
Apapun sistemnya, ternak sapi perah dara harus dikawinkan untuk memudahkan kelahiran – dengan pejantan. Ternak dara yang sulit melahirkan dapat mengalami gangguan pertumbuhan yang signifikan dan hasil pemeriksaan akan membuat ternak data mengalami keterlambatan atau tidak terjadi sama sekali pada laktasi pertama
Meski demikian, kita perlu memberi intensitas yang lebih dalam pencapaian bobot hidup yang ideal untuk dikawinkan dan menghasilkan pedet melalui IB, banyak peternak yang masih menemukan Frisien Holstein yang dikawinkan dengan Frisien Holstein member hasil sulit beranak dibandingkan dengan IB/kawin alam menggunakan Jersey
Hasil pengamatan dilapangan menunjukkan bahwa Jersey x Friesien Holstein sangat kompetitif dalam susu produksi dan bahkan dapat unggul dalam efisiensi pakan,
dengan pertimbangan bobot hidup yang lebih rendah.
Hasil yang baik pada perkawinan alam dapat dicapai dengan melakukan pemeriksaan pejantan secara fisik, harus sapi jantan akan diperiksa ketidaknormalan reproduksi
dan potong kuku minimal 6 minggu sebelum memasuki musim kawin
Proporsi ternak adalah satu pejantan untuk setiap 30 dara diharapkan untuk siklus, ditambah satu ekor pada lokasi breeding. Jumlah pejantan dapat dikurangi jika jumlah ternak dara telah bunting. Ternak betina yang tidak bunting setelah tiga bulan dikawinkan harus dikeluarkan dari farm. Ternak dara akan menghasilkan kolostrum berkualitas rendah sehinggga harus member alternative tambahan kolostrum dari induk yang lain Jika ternak dara melahirkan lebih lama dari ternak induk, maka kolostrum dapat diperoleh dari induk lain dengan cara dibekukan.
berapa ya harga sapi perah?berapa juga kapasitas produksinya perhari?dimana saya bisa dapat informasi lengkap mengenai hal ini?