<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ekabees</title>
	<atom:link href="http://ekabees.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ekabees.wordpress.com</link>
	<description>sebuah perubahan ... dimulai dari sedikit - perlahan - penuh keyakinan ... dan pasti</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Apr 2009 10:17:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ekabees.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/29486eab58e2308ee8f64780a4a78c4d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ekabees</title>
		<link>http://ekabees.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Persusuan Indonesia</title>
		<link>http://ekabees.wordpress.com/2009/04/08/persusuan-indonesia/</link>
		<comments>http://ekabees.wordpress.com/2009/04/08/persusuan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 10:15:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekabees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekabees.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[
Persusuan nasional seharusnya sudah memasuki usia dewasa, baik dari segi produksi maupun teknologi. Peternak rakyat saat ini harus dipaksa pasrah dengan penerimaan harga jual susu dalam negeri yang semakin murah, sementara biaya pokok produksi usaha ternak semakin meningkat, biaya pakan ternak semakin melambung diiringi biaya obat-obatan untuk mendukung kesehatan dan metabolisme ternak serta ditambah serbuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=134&subd=ekabees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Persusuan nasional seharusnya sudah memasuki usia dewasa, baik dari segi produksi maupun teknologi.<span> </span></span><span style="font-family:&quot;">Peternak rakyat saat ini harus dipaksa pasrah dengan penerimaan harga jual susu dalam negeri yang semakin murah, sementara biaya pokok produksi usaha ternak semakin meningkat, biaya pakan ternak semakin melambung diiringi biaya obat-obatan untuk mendukung kesehatan dan metabolisme ternak serta ditambah serbuan susu impor yang jauh lebih murah dengan memajukan sebuah fenomena bernama Pasar Bebas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Peremajaan ternak sudah sangat berat dilakukan, harga beli ternak sapi perah dibandingkan akhir tahun 2007 meningkat lebih dari 100% diawal tahun 2008, lalu bertahan <span id="more-134"></span>sepanjang tahun untuk kemudian menuju masa suram ditahun 2009 ini.<span> </span>Di Boyolali – Jawa Tengah saat ini untuk mendapatkan Sapi Dara kualitas baik, cukup dengan merogoh dana Rp. 7.250.000, terpaut lumayan dibandingkan harga tahun lalu yang mencapai Rp. 9.000.000.<span> </span>Harga ini dipicu semakin melemahnya nilai tawar peternak terhadap pengumpul susu atau KUD.<span> </span>Harga air susu kualitas baik yang pada tahun 2008 sempat menyentuh angka Rp. 3.100/liter dibeli oleh pengumpul susu atau KUD dari peternak, saat ini menukik menuju angka Rp. 2.800/liter dan ada kemungkinan harga akan turun kembali mendekati angka <span> </span>Rp. 2.500/liter.<span> </span>Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut sampai akhir bulan Juli 2009 karena PEMILU dan masuknya tahun ajaran baru, kecuali bila ada stimulus yang nyata dari Pemerintah yang bekerjasama dengan swasta/lembaga koperasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Kondisi ini akhirnya membuat peternak masuk kedalam kotak dan kubu masing-masing dan mencoba untuk dapat ‘survive’ ditengah ancaman era pasar bebas.<span> </span>Kondisi kebebasan pasar juga menggurita di dalam negeri.<span> </span>Industry Pengolahan Susu dengan pongahnya mulai merambah ke akar rumput, unit-unit penampungan air susu (<em>cooling unit</em>) disebar diseantero wilayah untuk menjaring air susu dari peternak rakyat tanpa ada koordinasi dengan pihak lembaga yang memayungi peternak rakyat.<span> </span>Akhirnya, peternak dengan sukacita karena iming-iming harga lebih tinggi berduyun-duyun masuk kedalam genggaman sebuah usaha yang menyalahi etika perdangan/bisnis persusuan.<span> </span>Tentunya kondisi mental oknum-oknum yang terlibat didalamnya cukup besar sehingga kondisi persusuan Indonesia menjadi semakin parah.<span> </span>Saat harga susu impor memiliki harga lebih rendah, maka IPS perlahan-lahan mulai mengurangi pemasukan air susu dari peternak lokal, dengan dalih kualitas dan kuota air susu.<span> </span>Akibatnya, peternak lokal kembali mengalami masa sulit dengan mendung yang semakin pekat memayungi, gairah beternak sapi perah yang sempat timbul pada dua warsa lalu kembali menurun drastis.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Bermuara pada upaya peningkatkan konsumsi protein perkapita dan pendapatan peternak rakyat, saatnya dilakukan upaya nyata, terarah dan terprogram oleh semua pihak untuk meningkatkan produktivitas ternak serta evaluasi menyeluruh sehingga monitoring produktivitas dapat terukur, kuantitatif maupun kualitatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN">SUMBER DAYA MANUSIA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Sumber daya manusia (peternak</span><span style="font-family:&quot;">, </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Pemerintah, akademisi, perusahaan peternakan dan Koperasi Susu) berperan dalam pelaksanaan manajemen usaha ternak yang menentukan keberhasilan usaha.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Peningkatan kualitas p</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">eternak sebagai ujung tombak usaha </span><span style="font-family:&quot;">melalui </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">pelatihan, transfer teknologi dan informasi.<span> </span>Pembiayaan kegiatan ini dapat diambil dari Pos Dana APBN/APBD, Pemerintah Daerah, Koperasi</span><span style="font-family:&quot;">, Industri Pengolah Susu </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">atau peternak itu sendiri.<span> </span>Pembiayaan tersebut menjadi sangat murah bila muatan-muatan yang diterima dapat diserap, dicerna dan diterapkan oleh peternak, dibarengi pendampingan dan arahan secara simultan yang berimbas pada peningkatan produktivitas ternak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Pengurus Koperasi Susu seyogyanya memiliki kemampuan dan keterampilan mumpuni untuk disampaikan kepada anggota melalui pendidikan dan latihan langsung dilapangan sehingga budidaya ternak dapat efektif dan efisien.<span> </span>Pelatihan dan pendidikan bagi Staf Teknis Koperasi mutlak dilakukan selain studi komparasi dan transfer informasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Direktorat Jenderal Peternakan/Dinas Peternakan berperan lewat penyuluhan, pembinaan dan pendampingan kepada peternak.<span> </span>Petugas Penyuluh Lapangan diberi pendidikan dan latihan teknis peternakan maupun informasi kebijakan pemerintah.<span> </span></span><span style="font-family:&quot;">Pihak pemerintah juga harus bertanggungjawab atas perjalanan tata niaga air susu yang stabil dan ideal sehingga keberpihakan harga air susu segar kepada peternak menjadi lebih besar dan peternak dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas usaha ternak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Perguruan Tinggi dan Sekolah Menegah Kejuruan yang berhubungan dengan dunia peternakan, akan terus mencetak Sarjana, Ahli Madya atau tenaga terlatih untuk mengaplikasikan dan mengembangkan teori yang mereka terima di bangku pendidikan.<span> </span>Kurikulum yang sempurna, pola pengajaran yang baik dan informasi terbaru dunia peternakan tidak diragukan lagi akan menghasilkan tenaga-tenaga intelektual terdidik dan terlatih dalam mengembangkan persusuan Indonesia, baik sebagai wirausahawan atau tenaga karir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN">MANAJERIAL, TEKNIS</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;"> OPERASIONAL</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> dan KEBIJAKAN PEMERINTAH</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Bukan rahasia lagi bila perkembangan yang lamban peternakan rakyat salah satunya berasal dari aspek manajerial, teknis </span><span style="font-family:&quot;">operasional </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">dan kebijakan pemerintah.<span> </span>Kegiatan budidaya yang baik dibarengi kebijakan Pemerintah yang kondusif tentunya akan memberi angin segar perkembangan peternakan sapi perah rakyat.<span> </span>Kebijakan pemerintah tidak boleh tumpang tindih untuk menghindari terjadinya perbedaan persepsi yang mengganggu perkembangan persusuan Indonesia.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Dinas Peternakan dan Balai-balai Penelitian (Balai Penelitian Ternak, Balai Veteriner, BPT-HMT) bertugas melakukan pembinaan, pengarahan serta transfer manajemen dan teknologi kepada peternak.<span> </span>Tengoklah kasus <em>Brucellosis</em> dan <em>Anthrax </em>yang mewabah di peternakan sapi perah</span><span style="font-family:&quot;"> beberapa warsa silam</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">.<span> </span>Seandainya sebelum wabah terjadi dilakukan tindakan pencegahan yang cepat dan tepat, bukan tidak mungkin ratusan peternak akan terselamatkan <em>‘asap dapurnya’</em>.<span> </span>Ribuan hasil penelitian para ahli dalam dan luar negeri tentang teknis budidaya sapi perah, harus dapat disosialisasi dan diaplikasi oleh peternak. Sangat sayang bila pengorbanan waktu, tenaga dan tentunya biaya penelitian dan penyusunan program itu hanya menjadi tumpukan kertas belaka, tidak teraplikasi dan tersosialisasi kepada peternak rakyat. <span> </span>Pendampingan secara sinergis akan mempercepat bertumbuhnya jiwa profesionalisme peternak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Profesionalisme peternak akan memberi dampak nyata bagi kesinambungan segitiga produksi (Bibit–Pakan-Manajemen).<span> </span>Peternak akan mendapatkan bibit ternak berproduktivitas tinggi, mampu memberi pakan berkualitas dan memiliki manajemen usaha yang baik. </span><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Pihak Akademisi bidang Peternakan yang terus menetaskan para konseptor dan pelaksana teknis di lapangan merupakan asset berharga yang berpotensi membantu perkembangan persusuan Indonesia dengan cara memberi masukan berlandaskan teori-teori ilmiah yang aplikatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">VISI DAN MISI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Pihak-pihak yang terkait dan berkompeten terhadap perkembangan dunia persusuan Indonesia harus segera berkumpul, menyatukan misi dan visi, mengesampingkan kepentingan masing-masing untuk melahirkan SATU KONSEP PENGEMBANGAN PETERNAKAN SAPI PERAH </span><span style="font-family:&quot;">INDONESIA</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Koleksi dan pemecahan permasalahan merupakan hal yang masih dilakukan secara <span> </span>parsial oleh masing-masing pihak.<span> </span>Permasalahan-permasalahan dilapangan melalui pemilahan objektif dan ilmiah akan melahirkan akar permasalahan yang dapat diselesaikan secara tuntas.<span> </span>Solusi-solusi jitu yang lahir melalui pemikiran banyak pihak dibarengi penyatuan persepsi, dikumpulkan sebagai bank data pemecahan masalah, sehingga saat timbul permasalahan sejenis dapat diambil tindakan yang cepat dan tepat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Sistem baku yang luwes dalam mencari jati diri hakiki peternakan sapi perah Indonesia akan dapat dihasilkan dan akan terus bergulir semakin besar dalam menghasilkan Persusuan Indonesia yang mandiri dan berhasil.<span> </span>Evaluasi program akan menghasilkan masukan dan referensi penyempurnaan konsep yang mengkerucut pada satu keluaran pola baku persusuan Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Badai pasti berlalu, kegelisahan dan kebuntuan usaha akan berganti dengan kecemerlangan dan kegembiraan</span></p>
Posted in Uncategorized Tagged: opini <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekabees.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekabees.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekabees.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekabees.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekabees.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekabees.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekabees.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekabees.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekabees.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekabees.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=134&subd=ekabees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekabees.wordpress.com/2009/04/08/persusuan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e175fd53d2c3702d05b027d5066168d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekabees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEDOMAN BUDIDAYA MAWAR</title>
		<link>http://ekabees.wordpress.com/2009/03/27/pedoman-budidaya-mawar/</link>
		<comments>http://ekabees.wordpress.com/2009/03/27/pedoman-budidaya-mawar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 11:36:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekabees</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekabees.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211;  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:&#8221;Cambria Math&#8221;; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=132&subd=ekabees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]-->&lt;!&#8211;  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:&#8221;Cambria Math&#8221;; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&#8221;"; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-ansi-language:IN;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 70.9pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:8454517; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:123131498 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} @list l1 	{mso-list-id:47269879; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1663525368 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2 	{mso-list-id:82072268; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:573709660 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:72.0pt; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} @list l3 	{mso-list-id:88040611; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:2055517238 69271577 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l3:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l4 	{mso-list-id:95559862; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:428491384 69271575 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l4:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-text:&#8221;%1\)&#8221;; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l5 	{mso-list-id:222065726; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:799281458 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l5:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l6 	{mso-list-id:729694456; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-797660366 69271553 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l6:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:54.0pt; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} @list l7 	{mso-list-id:814644197; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1909050264 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l7:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:72.0pt; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} @list l8 	{mso-list-id:821236792; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1035318382 69271577 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l8:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l9 	{mso-list-id:867378188; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1847077272 69271575 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l9:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-text:&#8221;%1\)&#8221;; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l10 	{mso-list-id:932125394; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-269596652 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l10:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l11 	{mso-list-id:1069501888; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:600229298 69271575 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l11:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-text:&#8221;%1\)&#8221;; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l12 	{mso-list-id:1338462881; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-343088386 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l12:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l13 	{mso-list-id:1432748766; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1638547972 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l13:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:54.0pt; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} @list l14 	{mso-list-id:1465657173; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1474189164 69271577 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l14:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l15 	{mso-list-id:1512838070; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-629774906 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l15:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:72.0pt; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} @list l16 	{mso-list-id:1632204280; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:601012904 69271577 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l16:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l17 	{mso-list-id:1650472642; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-128687436 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l17:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} @list l18 	{mso-list-id:1673602312; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1109795720 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l18:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l19 	{mso-list-id:1712456513; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1999861026 69271577 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l19:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l20 	{mso-list-id:1770664171; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-961491192 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l20:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:54.0pt; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} @list l21 	{mso-list-id:1789661294; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-2008509318 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l21:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l22 	{mso-list-id:1906377424; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1006026090 69271575 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l22:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-text:&#8221;%1\)&#8221;; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l23 	{mso-list-id:2019430708; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1743921816 -413222526 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l23:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-text:&#8221;%1\)&#8221;; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:54.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l24 	{mso-list-id:2134670692; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1466720282 69271575 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l24:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-text:&#8221;%1\)&#8221;; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} &#8211;&gt;</p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt;--><br />
 /* Style Definitions */<br />
 table.MsoNormalTable<br />
	{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;<br />
	mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
	mso-tstyle-colband-size:0;<br />
	mso-style-noshow:yes;<br />
	mso-style-priority:99;<br />
	mso-style-qformat:yes;<br />
	mso-style-parent:&#8221;";<br />
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />
	mso-para-margin:0cm;<br />
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
	mso-pagination:widow-orphan;<br />
	font-size:10.0pt;<br />
	font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;;}</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pembibitan</span></strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><br />
<strong><em>Persyaratan Bibit</em></strong> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Supaya biji tumbuh dengan baik, pilih biji yang sehat dengan memasukan ke dalam air (yang baik akan tenggelam, yang mengapung dibuang). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyiapan Benih </span></em></strong><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tahap-tahap penyiapan benih tanaman dari biji: </span><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">a) Pemilihan buah</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pilih buah mawar dari tanaman induk yang sudah produktif berbunga dan jenis unggul sesuai keinginan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Petik buah mawar terpilih yang sudah matang (masak) di pohon. </span><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">b) Perlakuan After Ripening </span></em></strong><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Siapkan media semai berupa tanah berhumus dan berpasir (1:1). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Masukkan (isikan) media tadi ke dalam bak persemaian atau wadah yang praktis dan layak digunakan untuk tempat semai. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Siram media semai dengan air bersih hingga cukup basah (lembab). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tanamkan buah mawar satu persatu kedalam media semai hingga cukup terkubur sedalam 0,5-1,0 cm. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Biarkan buah mawar hingga kulit luarnya membusuk pada kondisi media yang lembab, beraerasi baik, dan suhu udaranya sekitar 5 derajat C. Waktu yang diperlukan pada perlakuan After Ripening berkisar antara 50-270 hari (tergantung jenis mawar). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Teknik Penyemaian Benih </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>a)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Ambil (angkat) biji-biji mawar dari buah yang telah membusuk dalam media semai. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>b)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pilih biji-biji mawar yang baik, yaitu bernas yang tenggelam bila dimasukkan ke dalam air </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>c)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Cuci biji mawar dengan air bersih. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>d)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tiriskan biji-biji mawar terpilih ditempat teduh untuk segera disemaikan pada bak persemaian. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>e)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak antar-baris 5- 10 cm. Biji akan berkecambah pada umur empat minggu setelah semai. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>a)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Siram media persemaian mawar secara kontinu 1-2 kali sehari. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>b)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Sapih (perjarang) bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang sudah diisi media campuran tanah, pasir dan pupuk organik (1:1:1). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pemindahan Bibit </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pindahkan tanam bibit mawar yang sudah berumur 22 bulan ke kebun/tempat penanaman yang tetap (permanen). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengolahan Media Tanam </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tempat penanaman mawar dapat dilakukan di lahan kebun, taman dan dalam pot. Tata cara penyiapan lahan untuk kebun mawar agak berbeda dengan dalam pot/polybag.<br />
Persiapan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyiapan lahan kebun/taman </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Lahan untuk kebun/taman mawar dipilih tanah gembur, subur dan mendapat sinar matahari langsung (terbuka).</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar/batu kerikil. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyiapan media dalam pot </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Siapakan media tanam berupa tanah subur, pupuk organik (pupuk kandang, kompos, Super TW Plus) dan pasir. Komposisi media campuran tanah, pupuk kandang, kompos dan pasir, 1:1:1. Campuran tanah dengan Super TW Plus perbandingan 6:1.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Sediakan pot yang ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman mawar. Pot yang paling baik adalah pot yang terbuat dari bahan tanah dan tidak dicat. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Siapkan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pecahan bata merah atau genteng atau arang. Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai pengisap kelebihan air (drainase) dan memudahkan sewaktu pemindahan tanaman ke pot atau tempat tanam yang baru. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengisian media tanam ke dalam pot </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Dasar pot dilubangi untuk kelebihan air.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Basahi pot dengan air hingga cukup basah.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Isikan pecahan bata merah/genting/arang pada dasar pot setebal Â±1 cm sampai sepertiga bagian pot, lubang pembuangan air di dasar pot jangan tersumbat. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Isikan serasah (humus) secara merata setebal Â± 1cm di atas lapisan bata merah/genting. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Isikan media tanam campuran tanah, pasir dan pupuk kandang/ kompos (1:1:1) atau campuran tanah dengan pupuk organik Super TW Plus (6:1) ditambah sedikit abu dapur. Pengisian media sampai 90 % penuh atau 0,5- 1,0 cm di bawah batas permukaan pot sebelah atas. Pot siap ditanami bibit (tanaman) mawar. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pembukaan Lahan </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tanah dicangkul/dibajak sedalam Â± 30 cm hingga gembur. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Biarkan tanah dikeringanginkan selama 15â€“30 hari agar matang dan bebas dari gas-gas beracun. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pembentukan Bedengan </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 30-40 cm, dan panjangnya tergantung keadaan lahan. Bila akan dirancang taman mawar yang asimetris, maka penyiapan lahannya dibuat bentukbentuk yang diinginkan, misalnya lingkaran (bulat) atau guludan-guludan yang serasi dengan lingkungan sekitarnya.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pemupukan </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 20-30 ton/hektar atau Super TW Plus 4-5 ton/hektar diberikan secara disebar dan dicampur merata bersama tanah sambil merapikan lahan (bedengan). Pemberian pupuk organik dengan dimasukkan (diisikan) ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2 kg/tanaman. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Teknik Penanaman </span></strong><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penentuan Pola Tanam </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Buat lubang tanam pada jarak 60Ã—60 cm atau 70Ã—70 cm, tergantung jenis mawar dan</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">kesuburan tanahnya. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pembuatan Lubang Tanam</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Untuk membuat lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. Ukuran lubang 45</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">—</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">45</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">—</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">45 cm. Kedalaman yang baik yaitu bila tanaman diletakkan dalam lubang, kedudukan bagian percabangan utama (bud union) letaknya sejajar dengan permukaan tanah. Akar mawar tidak dapat menembus tanah terlalu dalam, maka tidak perlu mencangkul tanah terlalu dalam, cukup 45</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> – </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">55 cm. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pada saat membuat lubang, tanah di permukaan (top soil), sub-soil dikumpulkan terpisah, karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali. Bila daerah itu tertutup rumput, harus diambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan diletakkan di tempat teduh, untuk digunakan sebagai pupuk, dengan memasukkannya ke dalam lubang. Lempengan rumput diletakkan terbalik. Top soil dicampur dengan bahan organik (seperti kompos, pupuk hijau, pupuk kandang dan sebagainya) perbandingan 4 bagian tanah dan 1 bagian bahan organik. Lubang ditimbuni sub-soil dicampur dengan bahan organik (dalam jumlah lebih banyak dari pada campuran untuk top soil) dan super fosfat (dapat juga dipakai tepung tulang) 20%. Jumlah super fosfat 1,5-2 kg per 10 m2 tanah, tepung tulang 1,5-3 kg per 10 m2. Lubang diisi top soil dan bahan organik sampai membentuk gundukan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Cara Penanaman</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Waktu tanam mawar adalah pada awal musim hujan (bila keadaan airnya memadai dapat dilakukan sepanjang musim/tahun. Tanaman mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa tanah), dan bibit yang berasal dari polybag. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Cara penanaman bibit mawar cabutan : </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>a)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Bongkar bibit tanaman mawar dari kebun pembibitan secara cabutan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>b)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Potong sebagian batang dan cabang-cabangnya, sisakan 20â€“25 cm agar habitus tanaman menjadi perdu (pendek). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>c)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas tajam dan steril. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>d)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Rendam bibit mawar dalam air atu larutan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Dekamon 1</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> – </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">2 cc/liter selama 15</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> – </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">30 menit. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>e)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tanam bibit mawar di tengah-tengah lubang tanam dan akarnya diatur menyebar ke semua arah. Timbun (urug) dengan tanah hingga batas pangkal leher batang.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>f)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akarakarnya dapat kontak langsung dengan air tanah. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>g)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman hingga basah. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>h)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pasang naungan sementara dari anyaman bambu/bahan lain untuk melindugi tanaman mawar dari teriknya sinar matahari sore hari. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan penanaman bibit mawar cabutan.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Bibit mawar dari polybag dipindahtanamkan secara lengkap bersama tanah dan akar-akarnya. Tata cara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>a)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Siram media dalam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>b)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Angkat polybag kemudian balikkan posisinya sambil ditekuk-tekuk bagian dasarnya agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag. Bila polybag berukuran besar, maka pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau menyayat polybag tersebut. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>c)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tanamkan bibit mawar ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan jauh hari sebelumnya. Letak bibit mawar tepat di tengah-tengah lubang tanam, kemudian urug dengan tanah sampai penuh sambil dipadatkan pelan-pelan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>d)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman mawar hingga cukup basah. Bibit mawar akan langsung segar dan tumbuh tanpa melalui pelayuan atau istirahat dulu.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pemeliharaan Tanaman </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyiangan<br />
</span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Kegiatan penyiangan biasanya bersamaan dengan pemupukan agar dapat menghemat biaya dan tenaga kerja. Rumput liar yang tumbuh pada selokan/parit antar bedengan dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyiangan sebulan sekali (tergantung pertumbuhan gulma), dengan mencabut rumput-rumput liar (gulma) secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman atau membersihkan dengan alat bantu kored/cangkul. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pemupukan<br />
</span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Jenis dan dosis (takaran) pupuk yang dianjurkan untuk tanaman mawar adalah pupuk NPK (5-10-5) sebanyak 5 gram/tanaman. Bila pertumbuhan tunas lambat dipupuk NPK pada perbandingan 10:10:5, bila tangkainya lemah perbandingan pupuk NPK 5:15:5. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Jenis dan dosis pupuk lain adalah campuran pupuk yang terdiri atas: 90</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> – </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">135 kg N ditambah 400 kg P2O5 ditambah 120 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan 200</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> – </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">300 kg Urea ditambah 840 kg TSP ditambah 250 kg KCL/ha/tahun. Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Hortikultura (Balitro), tanaman mawar perlu dipupuk pupuk NPK 5 gram/pohon pada saat tanam atau 7</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> – </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">15 hari setelah tanam. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pemupukan berikutnya secara kontinu tiap 3</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> – </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">4</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">bulan sekali, tergantung keadaan pertumbuhan tanaman. Dosis dan jenis pupuk yang dianjurkan adalah campuran pupuk Nitrogen 600 kg N ditambah Fosfat 1000 kg P2O5 ditambah Kalium 400 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan urea ± 1350 kg ditambah TSP 2100 kg ditambah KCL 800 kg/ha/tahun. Tiap kali pemupukan diberikan 1/4 &#8211; 1/3 dosis pupuk 337,5</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> – </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">450 kg Urea ditambah 525</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> – </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">700 kg TSP ditambah 100</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> – </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">133 kg KCl per hektar. Pemberian pupuk sebaiknya pada saat sebelum berbunga, sedang berbunga, dan setelah kuntum bunga layu. Cara pemberian pupuk dengan ditabur dalam paritparit kecil dan dangkal diantara barisan tanaman atau di sekeliling tajuk tanaman, kemudian ditutup dengan tanah tipis dan segera disiram hingga cukup basah. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengairan dan Penyiraman </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengairan dan penyiraman dilakukan: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>a)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam), dilakukan secara kontinu tiap hari 1-2 kali. Pengairan berikutnya berangsur-angsur dikurangi atau tergantung keadaan cuaca dan jenis tanah (media).</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>b)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Waktu pemberian air yang baik pada pagi dan sore hari, saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>c)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Cara pengairan adalah dengan disiram secara merata menggunakan alat bantu emrat (gembor). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">HAMA DAN PENYAKIT </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Hama </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Kutu daun (<em>Macrosiphum rosae Linn., Aphids</em>)</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;">, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Kutu daun, kecil, panjang ±0,6 mm, berwarna hijau, kadang-kadang tidak bersayap. Menyerang pucuk, sering menempel pada ranting dan kuncup bunga. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Gejala</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: mengisap cairan (sel) tanaman, sehingga menyebabkan gejala abnormal, pada daun atau pucuk jadi keriting/mengkerut. Dapat berperan sebagai vektor virus dan sering meninggalkan cairan madu manis yang menempel pada permukaan daun, sehingga menjadi penyebab penyakit embun jelaga (Capnodium sp.). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian: menjaga kebersihan (sanitasi) kebun dan disemprot insektisida Decis 2,5 EC atau Buldok 25 EC, Confidor 200 LC, Curacron 500 EC, Fastac 15 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Kumbang<br />
Tiga jenis kumbang penyerang tanaman mawar: kumbang Chafer (<em>Macrodactylis subspinosus</em>), Fuller (<em>Autoserica castanca</em>) dan Curculio (<em>Rhyncite bicolor</em>). Kumbang Chafer warna coklat kekuning-kuningan panjang tubuh sekitar 12 mm, kumbang Fuller warna coklat keabu-abuan, panjang 10 mm. Kumbang Curculio berwarna merah bergaris hitam ± 5 mm. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Gejala</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: memakan daun, tangkai dan kuntum bunga, sehingga bolong-bolong/rusak pada bagian yang diserang. Larva sering memakan perakaran tanaman.<br />
Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan hama tersebut dan cara kimia disemprot dengan insektisida Hostathion 40 EC, Decis 2,5 EC, Ambush 2 EC, Elsan 60 EC, dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoListParagraph" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Siput berbulu </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tubuh berwarna putih kehijau-hijauan, panjang Â± 12 mm, ditutupi bulu-bulu kasar.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Gejala</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: pada stadium larva, menyerang tanaman dengan cara memakan daun sebelah bawah yang menyebabkan daun berlubang tinggal tulang daun.<br />
Pengendalian: merontokkan kepompong yang menempel pada tanaman, dan disemprot dengan insektisida Brestan 60 (Moluskasida) pada konsentrasi yang dianjurkan.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tungau (<em>Tetranychus telarius</em>) </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tungau mirip laba-laba, sangat kecil Â± 0,3 mm, berwarna merah/hijau/kuning. Berkembangbiak dengan cepat bila cuaca lembab dan panas, serta sirkulasi udara kurang baik. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Gejala</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman, pada bagian daun/pucuk, sehingga menyebabkan titik-titik merah berwarna kuning/abu-abu kecoklat-coklatan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: disemprot insektisida-akarisida seperti Omite 570 EC atau Kelthane 200 EC atau Mitac 200 EC Meothrin 50 EC, Nissuron 50 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Thrips<br />
Hama ini berukuran sangat kecil ± 1 mm, berwarna kuning-oranye/kuning kecoklat-coklatan.<br />
Gejala</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: merusak/mengisap cairan sel tanaman, terutama bunga, daun, dan cabang.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Menyenangi mawar bunga berwarna kuning/terang lainnya. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian: pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dan disemprot dengan insektisida Mesurol 50 WP, Tokuthion 500 EC, Pegasus 500 SC, Decis 2,5 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Nematoda akar (<em>Meloidgyne sp</em>.) </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Nematoda akar ukurannya sangat kecil (hanya dapat dilihat dengan mikroskop).<br />
Gejala</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: menyerang akar tanaman mawar, dapat menembus ke bagian batang sehingga menyebabkan gejala pertumbuhan kerdil, kadang layu (kehilangan</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">kekuatan tumbuh) dan terdapat bintil-bintil pada akar. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian: pergiliran tanaman, sterilisasi media tanam, dan menggunakan bahan kimiawi (nematisida) : Furadan 3 G, Rugby 10 G atau Indofuran pendidikan G pada saat tanam. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Hama-hama lain: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>a)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Ulat daun (<em>Udea rubigalis</em>), menyerang daun dan kuncup bunga sehingga menjadi rusak/bolong-bolong. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian: disemprot insektisida Hostathion 40 EC, Decis 2,5 EC, Dekasulfan 350 EC, Nomolt 50 EC atau Confidor 70 WS pada konsentrasi yang dianjurkan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>b)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Serangga malam (Night feeding insect), menyerang daun dan bunga. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>c)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Serangga pengisap sel tanaman (Leaf hoppers), menyerang daun hingga bintik-bintik putih membentuk lingkaran. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>d)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Lalat (<em>Dasyncura rhodophaga</em>), ukuran tubuh kecil 1,2 mm, warna coklat</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">kemerah-merahan/kekuning-kuningan. Telur diletakkan pada tunas baru, setelah menjadi larva akan merusak/memakan tunas. Larva menjatuhkan diri ke tanah, kemudian dalam waktu satu minggu berubah menjadi lalat. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian: memusnahkan tanaman yang terserang berat dengan dibakar, menjaga kebersihan kebun, dan penyemprotan insektisida Agrohion 50 EC, Meothrin 50 EC atau Ofunack 40 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>e)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Kutu batang (<em>Aulacaspis rosae</em>) dari famili Coccidae, berukuran kecil 3 mm, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Gejala: mengisap cairan sel tanaman, bagian daun dan batang. Bagian yang terserang akan layu, lambat laun mengering (mati). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian: memangkas bagian tanaman yang terserang untuk dimusnahkan/dibakar dan disemprot dengan insektisida Decis 2,5 EC, Mitac 200 EC, Monitor 200 LC atau Orthene 75 SP pada konsentrasi yang dianjurkan.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>f)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Kumbang kecil (Small carpenter bees), ukuran tubuh kecil panjang 8 mm, warna hitam-metalik,<br />
Gejala: melubangi sekaligus merusak batang bagian dalam. Tanaman yang diserang menjadi layu. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian: memangkas bagian tanaman yang diserang untuk dibakar atau disemprot dengan insektisida : Decis 2,5 EC, Atabron 50 EC, Buldok 25 EC atau Bassa 50 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyakit </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Bercak hitam </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyebab: cendawan (jamur) Marsonina rosae (Lib.) Lind. (Black spot). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Gejala: daun bercak hitam-pekat yang tepinya bergerigi. Lambat laun bercak-bercak berdiameter ± 1 cm menyatu, sehingga jaringan daun di sekitarnya menjadi kuning. Dapat pula terjadi pada tangkai daun, batang, dasar bunga, kelopak dan tajuk bunga. Daun yang terserang akan mudah berguguran. Pengendalian non kimiawi: memangkas bagian tanaman yang sakit dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi).<br />
Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Propineb dan</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Mankozeb pada konsentrasi yang dianjurkan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Karat daun </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyebab: cendawan (jamur) Phragmidium mucronatum (Pers. ex Pr.) Schlecht. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Gejala: bintik-bintik warna jingga kemerah-merahan pada sisi bawah daun, pada sisi daun atas terdapat bercak bersudut warna kemerah-merahan. Daun yang terserang berat akan mudah gugur (rontok). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian non kimiawi: pemotongan/pemangkasan daun sakit kemudian</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">dimusnahkan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Zineb atau Maneb pada konsentrasi yang dianjurkan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tepung mildew </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyebab: cendawan Oidium sp. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Gejala: terdapat tepung/lapisan putih pada permukaan daun sebelah bawah dan atas. Daun/bagian tanaman yang terserang akan berubah warna dari hijau menjadi kemerah-merahan, lambat laun kekuningkuningan dan akhirnya daun-daun cepat rontok (gugur). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian non kimiawi: memetik daun yang terserang untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida Belerang, atau mengandung bahan aktif Pirazifos. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Bengkak pangkal batang </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyebab: bakteri Agrobacterium tumefacien (E.F Sm et Town.) Conn. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Gejala: terjadi pembengkakan pada pangkal batang dekat permukaan tanah, sehingga tanaman menjadi kerdil dan akhirnya mati. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian non kimiawi: mencabut tanaman yang sakit untuk dimusnahkan dan sewaktu pemeliharaan tanaman (pemangkasan) menggunakan gunting pangkas yang bersih dan steril. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian kimiawi: disemprot oleh bakterisida yang berbahan aktif Streptomisin atau Oksitetrasikin. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Mosaik (belang-belang) </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyebab: virus (Virus Mosaik Mawar) (Rose mosaic Virus). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Gejala: daun menguning dan belang-belang, tulang-tulang daunnya seperti jala.<br />
Pengendalian: penanaman bibit yang sehat, pemeliharaan tanaman secara intensif, penyemprotan insektisida untuk pengendalian serangga vektor, dan membongkar (eradikasi) tanaman yang sakit untuk dimusnahkan agar tidak menular kepada tanaman yang lainnya. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Bercak daun </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyebab: dua patogen, yaitu cendawan Cercospora rosicola Pass. dan Alternaria sp.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Gejala: serangan cercospora bercak-bercak coklat pada daun-daun tua, sedangkan bercak alternaria berwarna kehitam-hitaman. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian nonkimiawi: memotong/memetik daun yang sakit untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang mengandung bahan aktif Tembaga (Cu). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Jamur upas </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyebab: cendawan Corticium salmonicolor (Berk. et Br.) Tjokr. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Gejala: terdapat lapisan kerak berwarna merah pada batang, dan lambat laun batang akan membusuk serta mati. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian nonkimiawi: mengelupaskan kulit dan mengerok bagian tanaman yang sakit, kemudian diolesi cat/ter, dapat pula sekaligus memotong bagian batang yang terinfeksi berat. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Tridemorf. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Busuk bunga </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyebab: cendawan Botrytis cinerea Pers. Fr. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Gejala: kuntum bunga yang telah membuka membusuk berwarna coklat, dan berbintil-bintil hitam. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian nonkimiawi: membungkus bunga yang mulai mekar dengan kantong kertas minyak/plastik dan penanganan pasca panen bunga sebaik mungkin.<br />
Pengendalian kimiawi: penyemprotan fungisida yang berbahan aktif Benomil.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>9.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyakit Fisiologis </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyebab: kekurangan unsur hara (defisiensi), kurang Nitrogen, Phosfor, dan Kalium. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Gejala: kekurangan nitrogen menyebabkan warna daun hujau-muda (pucat) kekuning-kuningan dan pertumbuhan tanaman menjadi lambat (kerdil). Kekurangan phosfor menyebabkan tanaman menjadi kurus dan kerdil, sedangkan kurang kalium daun-daun menjadi mengering di sepanjang tepi/pinggirannya. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengendalian: pemberian pupuk berimbang, terutama unsur N, P2O5, dan K2O ataupun disemprot pupuk daun yang kandungan unsur haranya tinggi sesuai dengan gejala defisiensi. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">P A N E N </span></strong><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Ciri dan Umur Tanaman Berbunga </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Ciri-ciri bunga mawar siap dipetik (dipanen) untuk tujuan sebagai bunga potong : kuntum bunganya belum mekar penuh dan berukuran normal. Untuk tujuan bunga tabur pemetikan bunga pada stadium setelah mekar penuh. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Waktu panen yang ideal adalah pagi atau sore hari (saat suhu udara dan penguapan air tidak terlalu tinggi). Di beberapa sentra produsen bunga potong melakukan pemetikan bunga mawar pada malam hari. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Cara Pemetikan Bunga </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Cara panen bunga mawar adalah dengan memotong tangkai bunga pada bagian dasar (pangkal) atau disertakan dengan beberapa tangkai daun. Alat pemotong bunga mawar dapat berupa pisau ataupun gunting pangkas yang tajam, bersih dan steril. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Periode Panen </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tanaman mawar yang bibitnya berasal dari stek ataupun okulasi dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah tanam atau tergantung varietas dan kesuburan pertumbuhannya. Pembuangan ini akan produktif bertahun-tahun berkisar 3-5 tahun. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Prakiraan Produksi </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tanaman mawar yang dipelihara secara intensif dari jenis/varietas unggul dapat menghasilkan 120.000â€“280.000 kuntum/hektar/tahun. Tingkat produksi ini tergantung pada varietas mawar, kesuburan tanah, jarak dan tingkat perawatan tanaman selama di kebun. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">PASCA PANEN </span></strong><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengumpulan </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengumpulan pascapanen bunga potong mawar: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Kumpulkan bunga segera seusai panen dan masukkan ke dalam wadah (ember) yang berisi air bersih. Posisi tangkai bunga diatur sebelah bawah terendam air. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Angkut seluruh hasil panen ke tempat pengumpulan hasil untuk memudahkan penanganan berikutnya.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengumpulan pascapanen bunga mawar tabur:</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Kumpulkan kuntum bunga mawar yang baru dipetik ke dalam suatu wadah (keranjang plastik, tampah/ember berisi air bersih). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyortiran dan Penggolongan </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Sortir bunga yang rusak, layu dan busuk pisahkan secara tersendiri. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Klasifikasikan bunga berdasarkan jenis, ukuran bunga, panjang tangkai bunga dan warna bunga yang seragam. Pengklasifikasian berdasarkan panjang tangkai bunga dipisahkan ke dalam dua grade. Grade A bunga dengan panjang tangkai lebih dari 60 cm, grade B panjang tangkai kurang dari 60 cm. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penyimpanan</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Untuk bunga potong mawar, simpan bunga yang telah dikemas ke dalam ruang penyimpanan bersuhu dingin (cold storage) dengan kelembaban relatif stabil 90 %.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Untuk bunga mawar tabur, simpan di tempat/ruangan teduh, dingin, lembab, dan sirkulasi udara baik.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengemasan dan Pengangkutan</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Ikat bunga yang telah diklasifikasikan dan disatukan menjadi suatu ikatan-ikatan. Tiap ikatan berisi 20 tangkai bunga. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Kemas ikatan-ikatan bunga tadi ke dalam keranjang/dos karton dan sirkulasi udara baik.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Angkut bunga mawar ke tempat sasaran pasar.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Alasi pangkai tangkai bunga dengan kapas basah atau masukkan ke dalam botol plastik berisi air, terutama untuk tujuan pengiriman jarak jauh. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tambahkan remukan es di sekitar wadah (kontainer) bunga mawar agar kondisi ruangan alat angkut cukup dingin dan lembab. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">STANDAR PRODUKSI </span></strong><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Ruang Lingkup </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Standar mawar bunga potong meliputi ruang lingkup, deskripsi, klasifikasi, syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, syarat penandaan dan pengemasan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Diskripsi<br />
Standar mutu mawar bunga potong di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">01-4491-1998. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Klasifikasi dan Standar Mutu </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Berdasarkan kualitasnya,mawar bunga potong diklasifikasikan dalam 4 kelas, yaitu: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Mutu AA: sempurna, bunga dipanen pada stadia kuncup setengah mekar dan berwarna, ditandai dengan kelopak bunga mekar 2 lembar, ukuran seragam, bebas organisme pengganggu tumbuhan, tidak terjadi kerusakan mekanis/fisik, tidak mengandung sisa pestisida serta kotoran dan duri telah dibersihkan dari tangkai bunga.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Mutu A: sama dengan ciri AA dengan toleransi 5 % boleh menyimpang. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Mutu B: sama dengan ciri AA dengan toleransi 10 % boleh menyimpang </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Mutu C: selain AA, A dan B </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Adapun spesifikasi syarat dan mutu untuk mawar bunga potong adalah sebagai berikut:</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Panjang tangkai </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tipe standar (cm): mutu AA&gt;65; mutu A=55-64; mutu B=40-54; mutu C=25-39 </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Type spray (cm): mutu AA&gt;55; mutu A=46-55; mutu B=35-45; mutu C2.5; mutu A&gt;2.5; mutu B&gt;2.5; mutu C&gt;2.0 </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 54pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tipe spray (cm): mutu AA&gt;1.5; mutu A&gt;1.5; mutu B&gt;1.5; mutu C&gt;1.2 </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Jumlah Kuntum bunga ½ mekar per tangkai </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-21.25pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 2cm;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:#444444;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tipe spray (kuntum): mutu AA&gt; 6; mutu A&gt; 6; mutu B&gt; 6; mutu C&lt;6 </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Benda asing/kotoran (%):mutu AA=0; mutu A=0; mutu B=0; mutu C&lt;5 </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Kesegaran bunga: mutu AA=segar toleransi 3; mutu A=idem; mutu B=idem; mutu C=idem </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Keseragaman kultivar: mutu AA=seragam; mutu A=idem; mutu B=idem; mutu C=idem </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Warna Bunga: mutu AA=seragam; mutu A=idem; mutu B=idem; mutu C=idem</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Keadaan minimun tangkai bunga: mutu AA=kuat/lurus,tdk pecah, tdk bercabang; mutu A=idem; mutu B=idem; mutu C=kurang kuat/lurus, tdk pecah, tidak bercabang<br />
9) Daun pada 2/3 bagian tangkai: mutu AA=lengkap &amp; sehat; mutu A=idem; mutu B=idem; mutu C=idem </span>
</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><span>h.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Kerusakan/cacat (%):mutu AA= 0; mutu A=0; mutu B=0; mutu C&lt;5 </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><span>i.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Organisme penggangu (%):mutu AA= 0; mutu A=0; mutu B=0; mutu C&lt;5<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span>
</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><span>j.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Toleransi; (kualitas dan ukuran jumlah atau panjang) (%): mutu AA=3; mutu A=5; mutu B=10; mutu C&lt;15 </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengambilan Contoh </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Satu partai/lot bunga mawar segar terdiri atas maksimum 1.000 kemasan. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Jumlah kemasan dalam partai 1 </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;">– </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">5, contoh yang diambil semua. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Jumlah kemasan dalam partai 6 </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;">– </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">100, contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Jumlah kemasan dalam partai 101 </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;">– </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">300, contoh yang diambil sekurangkurangnya 7.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Jumlah kemasan dalam partai 301 â€“ 500, contoh yang diambil sekurangkurangnya 9.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Jumlah kemasan dalam partai 501 â€“ 1000, contoh yang diambil sekurangkurangnya 10. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pengemasan </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Bunga mawar segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh, baik, bersih dan kering serta berventilasi. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">DAFTAR PUSTAKA </span><span style="font-size:8pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">1. Rukmana, Rahmat. 1995. Mawar. Yogyakarta : Penerbit Kanisius. </span><span style="font-size:8pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">2. Soekarno dan Nampiah. 1990. Mawar. Jakarta : Penebar Swadaya. </span><span style="font-size:8pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS</span></p>
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekabees.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekabees.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekabees.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekabees.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekabees.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekabees.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekabees.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekabees.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekabees.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekabees.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=132&subd=ekabees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekabees.wordpress.com/2009/03/27/pedoman-budidaya-mawar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e175fd53d2c3702d05b027d5066168d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekabees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MAWAR (Rosa damascena Mill. )</title>
		<link>http://ekabees.wordpress.com/2009/03/27/mawar-rosa-damascena-mill/</link>
		<comments>http://ekabees.wordpress.com/2009/03/27/mawar-rosa-damascena-mill/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 11:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekabees</dc:creator>
				<category><![CDATA[hobiis]]></category>
		<category><![CDATA[mawar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekabees.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211;  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:&#8221;Cambria Math&#8221;; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=129&subd=ekabees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]-->&lt;!&#8211;  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:&#8221;Cambria Math&#8221;; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&#8221;"; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-ansi-language:IN;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:448399675; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:938741680 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:734359858; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:223741042 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2 	{mso-list-id:1883596217; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:139232922 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l2:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3 	{mso-list-id:2038775016; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1349849484 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l3:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} &#8211;&gt;</p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt;--><br />
 /* Style Definitions */<br />
 table.MsoNormalTable<br />
	{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;<br />
	mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
	mso-tstyle-colband-size:0;<br />
	mso-style-noshow:yes;<br />
	mso-style-priority:99;<br />
	mso-style-qformat:yes;<br />
	mso-style-parent:&#8221;";<br />
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />
	mso-para-margin:0cm;<br />
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
	mso-pagination:widow-orphan;<br />
	font-size:10.0pt;<br />
	font-family:&#8221;Calibri&#8221;,&#8221;sans-serif&#8221;;}</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#030303;" lang="IN">SEJARAH SINGKAT </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#030303;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#030303;" lang="IN">Mawar merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri. Mawar yang dikenal nama bunga ros atau Ratu Bunga merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Mawar berasal dari dataran Cina, Timur Tengah dan Eropa Timur. Dalam perkembangannya, menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">JENIS TANAMAN </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi), mawar diklasifasikan sebagai berikut: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Kingdom </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Plantae<br />
Divisi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Spermatophyta<br />
Sub Divisi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Angiospermae<br />
Kelas </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Dicotyledonae<br />
Ordo </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Rosanales<br />
Famili </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Rosaceae<br />
Genus </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Rosa<br />
Species </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span> </span></span><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Rosa damascena</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> Mill., </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 144pt;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">R. multiflora</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> Thunb.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 144pt;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">R. hybrida</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN"> Hort., dan lain-lain. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda). Mawar yang banyak peminatnya adalah tipe Hybrid Tea dan Medium, memiliki variasi warna bunga cukup banyak, mulai putih sampai merah padam dan tingkat produktivitas tinggi: 120-280 kuntum bunga/m2 /tahun. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Varietas-varietas mawar hibrida (Hybrid Tea) yang telah ditanam di Indonesia oleh PT. Perkebunan Mangkurajo adalah: Coctail, Diplomat, Idole, Jacaranda, Laminuette, Osiana, Pareo, Samorai, Sonate de Meilland, Sonia, Sweet Sonia, Tineke, Vivaldi, White Success dan Yonina. Sedangkan mawar tipe Medium antara lain adalah Golden Times, Jaguar, Sissel, Laser, dan Kiss. Kelebihan varietas mawar hibrida adalah tahan lama dan warna-warninya menarik. Mawar tipe Hybrid Tea bertangkai bunga 80-120 cm, tipe Medium 40-60 cm.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Beberapa varietas mawar introduksi yang dianjurkan didataran rendah: Cemelot, Frad Winds, Mr. Lincoln, dan Golden Lustee sebagai mawar bunga potong. Sedangkan varietas Folk Song, Khatherina Zeimet, Woborn Abbey dan Cimacan Salem untuk tanaman taman.</p>
<p><strong>MANFAAT TANAMAN </strong></span><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong>
</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tanaman hias di taman/halaman terbuka (out doors). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tanaman hias dalam pot pengindah dan penyemarak ruang tamu ataupun koridor.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Dijadikan bunga tabur pada upacara kenegaraan atau tradisi ritual. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Diekstraksi minyaknya sebagai bahan parfum atau obat-obatan (pada skala penelitian di Puslitbangtri). </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">SENTRA PENANAMAN </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Daerah pusat tanaman mawar terkonsentrasi di kawasan Alaska atau Siberia, India, Afrika Utara dan Indonesia. Sentra penanaman bunga potong, tabur dan tanaman pot di Indonesia dihasilkan dari daerah Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jakarta. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">SYARAT PETUMBUHAN </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Iklim</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Angin tidak mempengaruhi dalam pertumbuhan bunga mawar. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Curah hujan bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun. Memerlukan sinar matahari 5-6 jam per hari. Di daerah cukup sinar matahari, mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh. Sinar matahari pagi lebih baik dari pada sinar matahari sore, yang menyebabkan pengeringan tanaman. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh, dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun di daerah panas/tropis. Suhu udara sejuk 18-26 derajat C dan kelembaban 70-80 %. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Media Tanam </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan liat 20-30 %), subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Pada tanah latosol, andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5,5-7,0. Pada tanah asam (pH 5,0) perlu pengapuran kapur Dolomit, Calcit atupun Zeagro dosis 4-5 ton/hektar.<br />
Pemberian kapur bertujuan untuk menaikan pH tanah, menambah unsur-unsur Ca dan Mg, memperbaiki kehidupan mikroorganisme, memperbaiki bintil-bintil akar, mengurangi keracunan Fe, Mn, dan Al, serta menambah ketersediaan unsur</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;">-</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">unsur P dan Mo. Tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Ketinggian Tempat </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Mawar tumbuh baik pada: </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Ketinggian 560-800 m dpl, suhu udara minimum 16-18 derajat C dan maksimum 28â€“30 derajat C. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Ketinggian 1100 m dpl, suhu udara minimum 14-16 derajat C, maksimum 24â€“27 derajat C. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Ketinggian 1400 m dpl, suhu udara minimum 13,7-15,6 derajat C dan maksimum 19,5-22,6 derajat C. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">Di daerah tropis seperti Indonesia, tanaman mawar dapat tumbuh dan produktif berbunga</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;" lang="IN">di dataran rendah sampai tinggi (pegunungan) rata-rata 1500 m dpl. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#444444;"></span></p>
Posted in hobiis Tagged: mawar <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekabees.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekabees.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekabees.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekabees.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekabees.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekabees.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekabees.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekabees.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekabees.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekabees.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=129&subd=ekabees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekabees.wordpress.com/2009/03/27/mawar-rosa-damascena-mill/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e175fd53d2c3702d05b027d5066168d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekabees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PACHYPODIUM</title>
		<link>http://ekabees.wordpress.com/2009/02/03/pachypodium/</link>
		<comments>http://ekabees.wordpress.com/2009/02/03/pachypodium/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 09:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekabees</dc:creator>
				<category><![CDATA[hobiis]]></category>
		<category><![CDATA[pachypodium]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman hias]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekabees.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Tanaman purba yang bernama &#8220;Pachypodium&#8221; ini sebenarnya sudah ada sejak jaman prasejarah, jutaan tahun yang lalu, dan uniknya tetap bertahan lestari hingga sekarang. Oleh karena kelangkaan dan keunikannya itulah, maka tanaman ini banyak diburu dan dicari oleh para kolektor dan pecinta tanaman hias. 
Bahkan tanaman yang sudah dewasa harganya bisa mencapai jutaan rupiah.  Kalau pamor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=118&subd=ekabees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#030303;" lang="IN">Tanaman purba yang bernama &#8220;Pachypodium&#8221; ini sebenarnya sudah ada sejak jaman prasejarah, jutaan tahun yang lalu, dan uniknya tetap bertahan lestari hingga sekarang. Oleh karena kelangkaan dan keunikannya itulah, maka tanaman ini banyak diburu dan dicari oleh para kolektor dan pecinta tanaman hias. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#030303;" lang="IN"><span id="more-118"></span>Bahkan tanaman yang sudah dewasa harganya bisa mencapai jutaan rupiah.  Kalau pamor dan pesona tanaman hias gelombang cinta saja yang terbukti mendulang rupiah, maka tidak diragukan lagi bahwa tanaman Pachypodium ini juga menjanjikan rupiah yang tidak sedikit. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#030303;" lang="IN">Bahkan saking larisnya, tanaman yang berasal dari habitat aslinya di benua Afrika ini telah tercatat sebagai tanaman langka dunia yang harus dilindungi, hingga tindakan penyelundupan bibit maupun bijinya keluar dari Afrika saat ini bisa diancam dengan hukuman berat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#030303;" lang="IN">Dengan kondisi yang demikian inilah, nilai jual tanaman hias ini semakin melambung tinggi, karena semakin langka dan semakin jarang dijumpai. Namun untunglah, beberapa nurseri dan rumah pembibitan tanaman hias terkemuka di Indonesia sudah berhasil menangkarkan dan memperbanyak tanaman ini hingga kita para pecinta tanaman hias di Indonesia pun dapat turut menikmati keindahan tanaman eksotis nan langka ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#030303;" lang="IN">Tanaman Pachypodium yang ada di Indonesia biasanya didatangkan tidak langsung dari Afrika, melainkan melalui negara lain (negara perantara) seperti misalnya Thailand, Taiwan, Australia, hingga Amerika. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#030303;" lang="IN">Profil mengenai tanaman hias Pachypodium bisa Anda baca di blog PACHYPODIUM INDONESIA, yang beralamat di:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;color:#030303;" lang="IN"><a href="http://pachypodium-indonesia.blogspot.com/">http://pachypodium-indonesia.blogspot.com</a></span></p>
Posted in hobiis Tagged: pachypodium, tanaman hias <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekabees.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekabees.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekabees.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekabees.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekabees.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekabees.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekabees.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekabees.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekabees.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekabees.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=118&subd=ekabees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekabees.wordpress.com/2009/02/03/pachypodium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e175fd53d2c3702d05b027d5066168d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekabees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesehatan Perkawinan dan Pembesaran Dara sejak masa lepas sapih</title>
		<link>http://ekabees.wordpress.com/2009/01/24/105/</link>
		<comments>http://ekabees.wordpress.com/2009/01/24/105/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 13:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekabees</dc:creator>
				<category><![CDATA[peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sapi dara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekabees.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[
Kesehatan Perkawinan dan Pembesaran Dara sejak masa lepas sapih

John Moran, Kyabram
Updated: February 2006
AG0506
ISSN 1329-8062
 
Pendahuluan 
Sapi dara harus mulai dikawinkan pada usia 15 bulan untuk dapat melahirkan pada usia 2 tahun. Partus pada umur 3 tahun tidak memiiki cukup produksi air susu untuk menutupi biaya pemeliharaan yang terus bertambah sebagai ternak non-produksi. Selain itu, pengelolaan sapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=105&subd=ekabees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="background:#f2f2f2 none repeat scroll 0 0;margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center"><strong><span style="font-size:20pt;color:black;" lang="IN"><a rel="attachment wp-att-104" href="http://ekabees.wordpress.com/2009/01/24/105/dairy-farm_1_lg/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-104" title="dairy-farm_1_lg" src="http://ekabees.files.wordpress.com/2009/01/dairy-farm_1_lg.gif?w=300" alt="dairy-farm_1_lg" width="300" /></a>Kesehatan </span></strong><strong><span style="font-size:20pt;color:black;">P</span></strong><strong><span style="font-size:20pt;color:black;" lang="IN">erkawinan dan </span></strong><strong><span style="font-size:20pt;color:black;">Pembesaran Dara sejak masa lepas sapih</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:#f2f2f2 none repeat scroll 0 0;margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">John Moran, Kyabram</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">Updated: February 2006</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">AG0506</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">ISSN 1329-8062</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Pendahuluan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Sapi dara harus mulai dikawinkan pada</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> usia 15 bulan untuk </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dapat </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">melahirkan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pada usia </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">2 tahun. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Partus pada umur </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">3 tahun tidak </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">memiiki </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">cukup </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">produksi air susu </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">untuk menutupi biaya </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pemeliharaan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">yang </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">terus bertambah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">sebagai </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ternak </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">non-produksi. Selain itu, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">pengelolaan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">sapi dara tua akan lebih rumit saat akan dikawinkan nantinya</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Pengelolaan Program Pemeliharaan Dara</span></strong></p>
<ul>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">T</span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ernak dara harus terpisah dari induk untuk menghindari serangan penyakit yang dibawa oleh ternak yang lebih tua</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Imunitas yang dibawa oleh induk akan ditransfer kepada anak melalui kolostrum </span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Jika pembesaran berada dalam satu lokasi dengan induk, maka ternak dara akan beresiko terinfeksi penyakitt setelah partus I </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">dan bersentuhan langsung dengan sapi yang lebih tua. </span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Hal ini harus diperhatikan karenan merupakan awal perawatan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">kesehatan memproduksi susu, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">serta kemampuan mereka dalam </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">menyesuaikan diri </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">terhadap </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">perubahan manajemen. </span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Sebelum </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">partus </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">pertama, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ternak dara berada dalam kondisi yang </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">relatif lemah karena kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu di rumput. </span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Saat memasuki fase </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">pemerahan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">secara berkelompok, ternak daa akan lebih banyak berkompetisi dalam hal mendapatkan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">pakan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dan posisi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">sosial dalam </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">kelompok</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Monitoring secara ketat harus dilakukan agar ternak dara dapat mencapai standar bobot badan yang ideal</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Lokasi padang gembala harus berada </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">jauh </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dari sisi yang </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">curam, tebing</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;"> dan lokasi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">berbahaya lainnya </span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Ternak dara kadang </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">mencoba untuk makan kawat </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pagar dan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">dapat </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">membahayakan</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Setelah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">partus</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ternak tersebut </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">akan lebih mudah menyesuaikan diri dan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">diperah dalam sebuah kelompok </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">sosial </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">saat ber</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">kontak </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dengan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">manusia. </span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Diperlukan penanganan pada beberapa </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">minggu kehamilan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">tua, dalam pe</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">nyediaan makanan tambahan untuk membangun tubuh menyesuaikan kondisi dan juga untuk menangani mereka. Misalnya, mereka dapat diberi makan sambil berjalan tenang kandang</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;"> pemerahan</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">. </span></div>
</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"><span id="more-105"></span>Kesehatan </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ternak</span></strong></p>
<ul>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Sangat </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">penting merencanakan dan melakukan kontrol rutin </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">terhadap parasit </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">internal maupun eksternal, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">program vaksinasi</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">,</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;"> t</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">ermasuk </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">penanganan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">cacing bulat dan hati </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">serta </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">vaksinasi terhadap Clostridia dan Leptospirosis. </span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Vaksinasi untuk Clostridia sangat penting dan murah</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">.<span> </span>Vaksinasi dilakukan pada masa lepas sapih</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">, dengan dosis </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ulangan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">yang diberikan enam minggu kemudian</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;"> (pada </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">umur satu tahun</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">)</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> dan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">saat masa kering</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">. </span></div>
</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Reproduksi </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ternak Dara</span></strong></p>
<ul>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Untuk memperoleh kualitas </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">genetik </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">yang baik</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ternak dara harus dikawinkan dengan cara Inseminasi Buatan</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Straw yang digunakan untuk IB harus terjamin kualitasnya dan mampu menjamin produksi air susu, kadar </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">lemak dan protein </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">susu serta kemudahan dalam persalinan</span></div>
</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Keuntungan </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">program Inseminasi Buatan<span> </span></span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">:</span></strong></p>
<ol>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">manfaat </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">kualitas produksi air susu pada keturunan</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">mengurangi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">panjangnya </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">interval </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">antar </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">generasi</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">meningkatkan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">kualitas genetic pedet</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">mengurangi jumlah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pe</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">jantan diperlukan </span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">memper</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">singkat program perkawinan</span></div>
<ol>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">S</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">istem perkawinan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">alam akan menghasilkan replacement stock saat usia induk mencapai umur </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">5 tahun </span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Sementara bila menggunakan system IB, dan ternak dara mulai dikawinkan sat umur </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">15 bulan, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">maka pedet pertama akan menjadi replacement stock sat induk baru berumur </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">4 tahun. </span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Populasi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">100 </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ekor ternak </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">sapi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">perah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">memerlukan 25 </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">– </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">30 </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">replacement stock </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">setiap tahun.</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Inseminasi buatan juga akan memberikan kualitas genetic yang lebih baik Kemudahan partus tergantung pada kondisi ternak dara dan kondisi pedet, seperti usia kebuntingan yang panjang, bobot lahir, dan prosentasi kelahiran</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Pejantan akan memberikan nilai tambah berupa k</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">emudahan untuk melahirkan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pedet dan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">menghasilkan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pedet </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">yang masih memiliki potensi untuk berkembang<br />
besar </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">terutama dalam performa frame</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">meski pedet memiliki </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">bobot </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">lahir </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">yang rendah.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;"> </span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Bila kita menggunakan IB</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">hal yang penting untuk dilakukan adalah melakukan seleksi pejantan yang mudah dalam </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">melahirkan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pedet</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">. </span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Nilai</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;"> yang diharuskan agar pedet dapat menjadi ayah harus sebesar<span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">2 </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">– </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">3% dari anak</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Ternak dara harus mencapai bobot badan ideal </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">minimal 60 </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">– </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">80 hari sebelum perkawina</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">n dengan skor </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">kondisi 5 atau lebih, dan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">terlihat siklusnya</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Berahi pada ternak dara terlihat </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">kurang jelas dan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">memiliki jangka waktu yang </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">lebih singkat dibandingkan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ternak </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">yang lebih tua. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Periode berahi selama </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">8 jam panas</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;"> adalah yang wajar sehingga d</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">eteksi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">berahi dalam IB adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh petani.</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Cat pada ekor </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Ekor cat, dan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">papan Kamar serta Pejantan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">penggoda </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dengan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">bola harnesses sangat berguna dalam deteksi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">berahi.</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Ternak sapi perah jenis </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Friesia</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">n Holstein memiliki masa remaja sampai bobot badan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">sekitar 240 kg </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dengan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">usia antara 8</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;"> – </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">20 bulan. Target bobot </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">kawin Frien Holstein </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">300 sampai 360 kg, tetapi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dengan bobot badan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">sekurang-kurangnya 280 kg </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">kesuksesan IB sangatlah wajar.</span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Ternak sapi perah jenis </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Jersey</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> 240</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">–</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">275 kg dengan target minimal 210 kg. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Ternak dara hyang kurus dan tidak mampu mempertahankan bobot badan akan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">mengurangi kesuburan. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Selain harga yang rendah, kemungkinan terjadi kasus kebidanan juga sangat tinggi</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">. </span></div>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Sinkronisasi Berahi Ternak Dara</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">P</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">rogram </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">sinkronisasi berahi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">dapat mengurangi masa </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">IB </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">satu atau dua hari, manfaat manajemen</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;"> akan sangat terasa</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">. Program seperti ini juga akan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">memudahkan pola kelahhiran pedet, mengurangi waktu untuk melakukan pengamatan berahi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Ternak dara yang disinkronisasi dappat melahirkan pedet lebih awal </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">hingga 10 hari.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Penggunaan AI </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pada ternak dara </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">paling praktis </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dengan aplikasi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">program sinkronisasi</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;"> berahi</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">. Hasil yang lebih baik di bawah kondisi ideal, seperti saat cuaca cerah, dengan akses baik </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">menuju farm </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">dan penanganan sarana ketika heifers berada dalam kondisi tubuh</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;"> yang baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Tiga sistem utama yang kini digunakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">CIDR atau </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Controlled Internal Drug Release</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Merupakan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">perangkat </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pelepasan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">progestagen (progesterone sintetis) dan sering digunakan dengan oestradiol </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dalam bentuk kapsul </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">atau dengan suntikan prostaglandin </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">sekali pakai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Syncro-</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">mate </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">B </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dalam bentuk </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">pelet </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">yang diimplantasi dalam </span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"><strong>telinga Implants</strong>. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Alat ini akan me</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">lepaskan progestagen dan sering digunakan dengan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">injeksi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">oestradiol</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Injeksi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Prostaglandin</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"><strong>(Lutalyse atau Estrumate).</strong> Sistem ini biasanya membutuhkan dua </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">kali </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">suntikan, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">hari ke </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">10 – 15 </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Tidak ada sistem dapat menjamin </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">sikronisasi berahi yang ketat</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">hal yang </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">ideal adalah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">IB </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">di waktu </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">yang tepat setelah perlakuan</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">. Pengalaman menunjukkan bahwa hasil yang terbaik<br />
biasanya dicapai dengan inseminasi pada deteksi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">berahi pada hari ke </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">2</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;"> – </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">5</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">hari setelah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">perlakuan</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">. Program-program tersebut memerlukan beberapa </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ternak dara</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">, sehingga mereka harus tenang dan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">mudah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">ditangani. Kebersihan juga penting. </span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Oestradiol dan prostaglandins hanya dapat diberikan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dengan resep </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Dokter Hewan, yang </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ber</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">tanggungjawab </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pada </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">resep untuk program dan obat-obatan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">yang </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">digunakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Beberapa </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ternak dara yang diberi perlakuan kemungkinan akan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">mengeluarkan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">lendir</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">, meskipun hal ini tidak mungkin mempengaruhi kesuburan. Beberapa </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ternak dara kemungkinan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">menderita kerusakan CIDR</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">karena tekanan pada dinding vagina</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Salah satu </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">penyebab kegagalan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">terbesar </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">dalam </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">program </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">sinkronisasi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pada ternak dara dengan bobot badan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">rendah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">saat dikawinkan</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">. Program tersebut </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">tidak pula dapat dijadikan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">pola dalam </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">kelahiran pedet</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">, karena mereka tidak berpengaruh pada </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">siklus yang tidak teratur pada ternak dara maupun induk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Pada </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">perkawinan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">alam yang merupakan salah satu pilihan program, program </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">sinkronisasi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">diatur </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">selama beberapa hari. Beberapa </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">peternak akan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">lebih </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">menyukai perkawinan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">alam, terutama </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pada para peternak yang tidak mau kehabisan waktu </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">untuk </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">melakukan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">seleksi dan penangana</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">n</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">Apapun sistem</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">nya</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">, </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ternak sapi perah dara </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">harus </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dikawinkan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">untuk </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">memudahkan kelahiran – dengan pejantan</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Ternak dara yang </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">sulit </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">melahirkan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">dapat </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">mengalami gangguan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">pertumbuhan yang signifikan dan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">hasil </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">pemeriksaan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">akan membuat ternak data mengalami ke</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">terlambat</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">an</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> atau tidak </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">terjadi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">sama sekali </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pada </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">laktasi pertama </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Meski demikian, kita perlu memberi intensitas yang lebih dalam p</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">encapai</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">an</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> bobot hidup </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">yang ideal untuk dikawinkan dan menghasilkan pedet melalui IB</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">, banyak </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">peternak </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">yang masih menemukan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Frisien Holstein yang dikawinkan dengan Frisien Holstein member hasil </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">sulit </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">beranak dibandingkan dengan IB/kawin alam menggunakan Jersey</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Hasil pengamatan dilapangan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">menunjukkan bahwa Jersey x Friesien Holstein sangat kompetitif dalam susu produksi</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">dan bahkan dapat unggul </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dalam </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">efisiensi pakan,<br />
</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dengan pertimbangan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">bobot hidup </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">yang </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">lebih rendah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">H</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">asil yang baik </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pada perkawinan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">alam</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;"> dapat dicapai dengan melakukan pemeriksaan pejantan secara fisik</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">, harus sapi jantan akan diperiksa </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ketidaknormalan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">reproduksi<br />
</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dan potong kuku minimal </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">6 minggu sebelum </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">memasuki musim </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">kawin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Proporsi ternak adalah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">satu </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">pe</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">jantan untuk setiap 30 </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dara </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">diharapkan untuk siklus, ditambah satu </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">ekor pada lokasi breeding</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Jumlah pejantan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">dapat dikurangi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">jika jumlah ternak dara telah bunting</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">Ternak betina yang tidak bunting setelah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">tiga bulan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dikawinkan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">harus </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:black;">dikeluarkan dari farm.<span> </span>Ternak dara akan menghasilkan kolostrum berkualitas rendah sehinggga harus member alternative tambahan kolostrum dari induk yang lain Jika ternak dara melahirkan lebih lama dari ternak induk, maka kolostrum dapat diperoleh dari induk lain dengan cara dibekukan.</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
Posted in peternakan Tagged: kesehatan perkawinan, sapi dara <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekabees.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekabees.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekabees.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekabees.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekabees.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekabees.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekabees.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekabees.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekabees.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekabees.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=105&subd=ekabees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekabees.wordpress.com/2009/01/24/105/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e175fd53d2c3702d05b027d5066168d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekabees</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ekabees.files.wordpress.com/2009/01/dairy-farm_1_lg.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dairy-farm_1_lg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PROGRAM TERNAK LAKTASI</title>
		<link>http://ekabees.wordpress.com/2009/01/17/program-ternak-laktasi/</link>
		<comments>http://ekabees.wordpress.com/2009/01/17/program-ternak-laktasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 05:15:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekabees</dc:creator>
				<category><![CDATA[peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[kering kandang]]></category>
		<category><![CDATA[laktasi]]></category>
		<category><![CDATA[medium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekabees.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[
PROGRAM KERING KANDANG


Pemeliharaan sapi kering kandang adalah memaksimalkan program awal menjelang kelahiran. 


Tujuan :


Mengurangi 	potensi terjadinya mastitis, 	selama periode kritis 70 hari setelah melahirkan


Pengelolaan kondisi tubuh dan berat untuk mencegah 	kehilangan berat badan


Body 	Scoring Condition = 3,0 	– 3,5 saat kering kandang dan melahirkan pedet


Aplikasi 	dengan cara intramammary sapi kering 	kandang dengan menggunakan penisilin-dihydrostreptomycin 	untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=98&subd=ekabees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="center">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="center"><span style="font-size:large;"><strong>PROGRAM KERING KANDANG</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Pemeliharaan </span></span><span style="font-size:small;">sapi kering</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> kandang adalah memaksimalkan program awal menjelang kelahiran</span></span><span style="font-size:small;">. </span>
</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="font-size:small;">Tujuan :</span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">Mengurangi 	potensi </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">terjadinya mastitis</span></span><span style="font-size:small;">, 	selama periode kritis 70 hari setelah melahirkan</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Pengelolaan </span></span><span style="font-size:small;">kondisi tubuh dan berat untuk mencegah 	kehilangan berat badan</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Body 	Scoring Condition = </span></span><span style="font-size:small;">3,</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">0 	– </span></span><span style="font-size:small;">3,5 </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">saat </span></span><span style="font-size:small;">kering </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">kandang </span></span><span style="font-size:small;">dan melahirkan </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">pedet</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Aplikasi 	dengan cara </span></span><span style="font-size:small;">intramammary</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">sapi </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">kering 	kandang dengan menggunakan </span></span><span style="font-size:small;">penisilin-dihydrostreptomycin 	untuk mencegah infeksi baru dan infeksi </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">oleh </span></span><span style="font-size:small;"><em>Staphylococcus </em></span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"><em>a</em></span></span><span style="font-size:small;"><em>ureus</em></span><span style="font-size:small;"> </span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"><em><strong>Beberapa hal yang harus diperhatikan </strong></em></span></span><span style="font-size:small;"><em><strong>:</strong></em></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="font-size:small;">Ujung jarum harus steril</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Ambing 	harus b</span></span><span style="font-size:small;">ersih dan kering </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">Menggunakan 	alkohol </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">Perlahan 	memompakan seluruh isi </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">Membuang 	jarum suntik setelah digunakan. </span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span id="more-98"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="font-size:small;"><strong>Manajemen</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Konsumsi bahan </span></span><span style="font-size:small;">kering selama akhir periode kering </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">sangat penting </span></span><span style="font-size:small;">untuk mencegah </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">kekurangan cadangan </span></span><span style="font-size:small;">energi setelah melahirkan anak sapi dan </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">meningkatkan kinerja </span></span><span style="font-size:small;">reproduksi. </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Kurangnya konsumsi bahan kering akan </span></span><span style="font-size:small;">menyebabkan masalah metabolisme pada awal </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">produksi</span></span><span style="font-size:small;">. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">Beberapa panduan untuk mengelola kondisi tubuh selama periode kering adalah: </span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">sapi 	tidak </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">mengalami penurunah </span></span><span style="font-size:small;">kondisi tubuh selama periode kering </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">sapi </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">dengan </span></span><span style="font-size:small;">kondisi </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">kebuntingan </span></span><span style="font-size:small;">kemungkinan 	twins dan harus dipindahkan </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">dalam 	kandang individu selama </span></span><span style="font-size:small;">dua minggu awal </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">sapi 	tidak kehilangan lebih dari satu unit kondisi tubuh pasca melahirkan 	anak sapi</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Body 	Condition Score </span></span><span style="font-size:small;">tidak boleh kurang dari 	2,5 </span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">Penilaian kondisi tubuh </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">dilaksanakan dengan </span></span><span style="font-size:small;">empat tahapan: </span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="font-size:small;">Masa kering</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="font-size:small;">Saat melahirkan</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="font-size:small;">30 hari pertama </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">150 </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">– </span></span><span style="font-size:small;">200 	hari </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">berikutnya</span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">Tercantum di bawah ini adalah </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">BCS </span></span><span style="font-size:small;">ideal nilai di setiap tahap</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">: </span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">3,0 </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">- </span></span><span style="font-size:small;"> 3,75 </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">masa kering kandang</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">3,0</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> &#8211; </span></span><span style="font-size:small;">3,75 </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">saat </span></span><span style="font-size:small;">melahirkan </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">2,25</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> &#8211; </span></span><span style="font-size:small;">2,75 </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">saat 	produksi puncak</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">3,0</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> &#8211; </span></span><span style="font-size:small;">3,5 </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">di </span></span><span style="font-size:small;">150</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> &#8211; </span></span><span style="font-size:small;">200 hari </span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">post 	partus</span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US" align="center">
<h2 style="margin-bottom:0;line-height:100%;text-align:center;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:large;"><strong>GANGGUAN METABOLISME PADA SAPI LAKTASI AWAL</strong></span></span></h2>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>Retensio Placenta (Retensio Secundinae)</strong></span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Placenta umumnya keluar setelah 	12 hari post partus</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Perlunya pemberian vitamin A, D 	dan Selenium disamping mineral yang cukup untuk ternak post partus</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Perbaikan dan konsistensi 	manajemen pemberian pakan sangat penting untuk menjaga kondisi pedet 	dan kinerja produksi yang baik serta gangguan pada alat reproduksi</span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>Displaced Abomasum</strong></span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Displaced Abomasum juga merupaka 	kendala yang harus dicegah, akibat timbunan gas dalam alat cerna</span></span></p>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Tindakan pencegahan adalah dengan 	memberikan keseimbangan nutrisi seama periode 45 – 60 hari masa 	kering, exercise, kebersihan dan kondisi kering – nyaman serta 	sanitasi kondisi kandang</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Kurangnya 	asupan serat kasar </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">→ </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">pengurangan 	kegiatan penguyahan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">→ 	aliran air liur ke dalam rumen </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> berkurang </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">→ </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">p</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">enurunan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">buffer </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">rumen </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">akibat 	kurangnya cairan rumen </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">→ </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">menurunnya 	motalitas dinding rumen </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">→ </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">berkurangnya 	palpasi otot dinding rumen </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">→ 	DISPLACED ABOMASUM </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Tanda-tandanya 	hamper sama dengan gangguan akibat ketosis  : </span></span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;">• </span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">keinginan makan naik turun</span></span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;">• <span style="font-size:small;">suhu </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">tubuh normal</span></span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;">• <span style="font-size:small;">produksi susu </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">turun</span></span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;">• <span style="font-size:small;">kelesuan dan ketidaknyamanan </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:large;"><strong>Early Lactation Metabolic</strong></span><span style="font-size:large;"><span lang="en-US"><strong> </strong></span></span><span style="font-size:large;"><strong>Disorders</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>Retained Placenta</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">Normally a cow’s placenta is expelled within a 12hr period after calving. If any part of the</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">afterbirth is held for longer periods it is considered abnormal. The retention of afterbirth in dairy</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">cows is quite common, but with proper management the incidences can hopefully be reduced.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">Numerous factors are thought to be important in determining whether the placenta is</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">successfully expelled so it is quite difficult to pinpoint an exact cause as many direct or indirect</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">factors can be blamed.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">We’re all aware that vitamins and minerals are very important and need to be well balanced for</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">dairy cows to get rid of the placenta soon after calving. Research has proven that vitamins A</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">and D and Selenium deficient cows have high placenta retention rates. Dietary</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">supplementation throughout lactation is also very important to maintain adequate levels of</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">these vitamins and minerals. So, CopRice ensure that the above mentioned Vitamins and</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">selenium are included in both your Lead Feed and Dairy Feed and are accompanied by other</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">important vitamins and minerals to provide year round availability. The beauty of pellets in this</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">case is that they ensure each cow will be receiving a daily dose.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">One important point to make is that there is a degree of immunosuppression at calving which</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">will ultimately have implications for foetal membrane discharge. This is where correct nutrition</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">can have one of its biggest impacts in decreasing the incidence of this particular metabolic</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">disorder. So, prevent milk fever, make sure you’re feeding adequate vitamins and minerals</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">(especially to animals without access to pasture) and prevent the energy and protein</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">deficiency in early lactation.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">The optimum is to maintain a healthy, properly conditioned cow prior to, and after calving. A</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">balanced dry cow ration during the 45-60 day dry period, daily exercise, clean, dry and</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">comfortable calving areas and proper sanitisation during the calving period all important</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">factors to remember in reducing the chances of retained placentas.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>Displaced Abomasum</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">Displaced Abomasum (DA) is a disorder of cattle in which the abomasum becomes swollen</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">with gas and/or fluid and shifts to an abnormal position. Generally the displaced abomasum</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">will move to the left and upwards coming to rest between the rumen and the left abdominal</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">wall.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">Dry matter intake depression due to physiological changes associated with the transition</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">period and other post-calving problems (ketosis, retained placenta, milk fever) places the</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">lactating dairy cow at an increased risk for displaced abomasum and is just one of the</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">metabolic problems that can be encountered from the reduced roughage intake, and it is</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">due</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">to both the amount and the texture of the roughage. For example:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><em>Absence of course roughage </em></span><span style="font-size:small;"><em>→</em></span><span style="font-size:small;"><em> Reduced chewing activity </em></span><span style="font-size:small;"><em>→</em></span><span style="font-size:small;"><em> Less saliva flow into the rumen </em></span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"><em> </em></span></span><span style="font-size:small;"><em>→</em></span><span style="font-size:small;"><em> Decreased buffering capacity of the rumen liquor </em></span><span style="font-size:small;"><em>→</em></span><span style="font-size:small;"><em> Reduced rumen motility </em></span><span style="font-size:small;"><em>→</em></span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"><em> </em></span></span><span style="font-size:small;"><em>Diminished muscle tone </em></span><span style="font-size:small;"><em>→</em></span><span style="font-size:small;"><em> DISPLACED ABOMASUM </em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">It has also been said that a high concentrate level in the dry cow ration during late gestation</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">and after calving appears to substantially increase the incidence of DA’s.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">Some of the signs of a displaced abomasum will quite often resemble those of ketosis being:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• <span style="font-size:small;">Cows off feed (intermittent eating)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• <span style="font-size:small;">Normal temperature</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• <span style="font-size:small;">Decreased milk production</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• <span style="font-size:small;">Listlessness and discomfort</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">The treatment of this problem is neither quick nor easy either and will usually involve</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">abdominal surgery. Proper feeding strategies are known to reduce the incidence of DA’s.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">Please take note that minimal lead feeding pre-calving may increase the risk of both acidosisand DA’s through the failure to increase the absorptive capacity of the rumen prior to feeding</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">high energy diets post-calving. Also, lead feeding will hopefully increase the energy status of</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">the cow to reduce the fatty acid mobilisation (from fat reserves) which may also reduce the</span><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-size:small;">incidence of ketosis.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:large;"><strong>Laktasi Awal</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Kebutuhan gizi dari susu sapi di awal-laktasi</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> berada pada </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">100 laktasi hari. Pada </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">tahap awal ini, </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">sapi akan mencapai puncak </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">susu produksi (selama </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">bulan kedua </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">laktasi untuk Holstein</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">sapi), adalah </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">nafsu makan kana menurun </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">ternak akan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">kehilangan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">bobot badan</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">. Di akhir dari awal laktasi, </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">masa kering akan menjadi masalah dan tidak sedikit kerugian yang ditimbulkan</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">. </span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Ransum ternak sapi perah </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">biasanya dirumuskan berdasarkan protein (misalnya CP) dan</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">energi (misalnya energi bersih untuk laktasi). Namun, untuk mencapai maksimum<br />
produksi, </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">ransum harus memiliki ke</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">seimbang untuk serat, karbohidrat non-struktural, protein</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> tidak tercerna</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">,</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">protein</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> yang larut</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">. </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Ransum disusun untuk </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">memaksimalkan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">fungsi </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">mikrobial untuk </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">protein tidak tercerna. </span></span></span>
</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Penurunan Bobot Badan pada masa Awal Laktasi</strong></span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Selama 	periode ini menghasilkan susu meningkat lebih cepat dibandingkan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">konsumsi 	bahan kerning </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">(puncak 	produksi). </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Kebutuhan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">energi lebih 	besar dari jumlah energi dikonsumsi</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> sehingga ternak akan memobilisasi </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">cadangan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">tubuh </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">akan 	menyebabkan terganggunya keseimbangan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">energi 	keseimbangan</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Potensi 	genetik </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">sangat 	berperan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">selama 	periode ini dan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">ternak 	akan tertekan untuk berproduksi</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">. </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Ternak 	pada </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">tahap 	ini memiliki keterbatasan kapasitas untuk menelan pakan. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Ternak </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dengan 	potensi genetik yang lebih tinggi akan memobilisasi lemak tubuh 	untuk waktu yang agak lama daripada sapi dengan potensi genetik yang 	lebih</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">rendah</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Selama 	periode ini, pada sapi dapat kehilangan sebanyak 0,7 kg / hari. </span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Monitoring Konsumsi Pakan selama masa Awal Produksi</strong></span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Konsumsi 	pakan adalah hal yang paling penting </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dalam 	mempertahankan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">tingginya </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">produksi 	susu</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Ternak 	harus dimaksimalkan dalam mengkonsumsi pakan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">selama 	awal laktasi. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Setiap 	tambahan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">per </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">kg </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">konsumsi 	bahan kering </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">2-2.4 	kg susu. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Konsumsi 	pakan ternak </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dipengaruhi 	oleh </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">: </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">tingkat 	produksi, </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">kualitas 	dan  kuantitas hijauan/pakan berserat</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">,</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> kecernaan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">pakan, 	pengolahan makanan, frekuensi makan, konsistensi ratio bahan dll</span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Kebutuhan Bahan Kering Pakan Ternak Sapi Perah Laktasi</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="617">
<col width="158"></col>
<col width="138"></col>
<col width="151"></col>
<col width="113"></col>
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="158">
<p align="center"><span style="font-size:medium;"><strong>Time</strong></span></p>
</td>
<td width="138">
<p lang="en-US" align="center"><span style="font-size:medium;"><strong>Laktasi Pertama</strong></span></p>
</td>
<td width="151">
<p lang="en-US" align="center"><span style="font-size:medium;"><strong>Lakasi kedua</strong></span></p>
</td>
<td width="113">
<p style="margin-left:.5in;" align="center">
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="158"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"><strong>Minggu I</strong></span></span><span style="font-size:small;"><strong> </strong></span></td>
<td width="138">
<p align="center"><span style="font-size:small;"><strong>14</strong></span></p>
</td>
<td width="151">
<p align="center"><span style="font-size:small;"><strong>16</strong></span></p>
</td>
<td width="113"><span style="font-size:small;"><strong>(2.5% BW)</strong></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="158">
<p lang="en-US"><span style="font-size:small;"><strong>Minggu II</strong></span></p>
</td>
<td width="138">
<p align="center"><span style="font-size:small;"><strong>15-16</strong></span></p>
</td>
<td width="151">
<p align="center"><span style="font-size:small;"><strong>19</strong></span></p>
</td>
<td width="113"><span style="font-size:small;"><strong>(2.9% BW)</strong></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="158">
<p lang="en-US"><span style="font-size:small;"><strong>Minggu III</strong></span></p>
</td>
<td width="138">
<p align="center"><span style="font-size:small;"><strong>17</strong></span></p>
</td>
<td width="151">
<p align="center"><span style="font-size:small;"><strong>21</strong></span></p>
</td>
<td width="113"><span style="font-size:small;"><strong>(3.4% BW)</strong></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="158">
<p lang="en-US"><span style="font-size:small;"><strong>Minggu IV</strong></span></p>
</td>
<td width="138">
<p align="center"><span style="font-size:small;"><strong>18</strong></span></p>
</td>
<td width="151">
<p align="center"><span style="font-size:small;"><strong>22</strong></span></p>
</td>
<td width="113"><span style="font-size:small;"><strong>(3.6% BW)</strong></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="158">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="font-size:small;"><strong>Minggu V</strong></span></p>
</td>
<td width="138">
<p align="center"><span style="font-size:small;"><strong>18-19</strong></span></p>
</td>
<td width="151">
<p align="center"><span style="font-size:small;"><strong>24</strong></span></p>
</td>
<td width="113"><span style="font-size:small;"><strong>(4% BW)</strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">M</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">enghitung </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">konsumsi </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>DMI (% berat badan) = 4,048 &#8211; 0,00387 x badan berat badan (kg) + 0,0584 x 4% FCM (kg)</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Gunakan persamaan berikut untuk menghitung </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">kebutuhan Bahan Kering (kualitas lemak susu </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">4%</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">)</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>0,4 x </strong></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><span lang="en-US"><strong>produksi air susu (</strong></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>kg/hari) + 15 x </strong></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><span lang="en-US"><strong>lemak susu (</strong></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>kg/hari</strong></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><span lang="en-US"><strong>)</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Mengkondisikan 	kualitas ruminansi </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">sangat 	penting pada awal laktasi</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Dengan 	demikian, penting untuk </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">pakan 	minimal 40% dari rasio </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">bahan 	kering adalah hijauan/pakan berserat</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">. 	Sekitar setengah dari </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">pakan 	berserat </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">harus 	memiliki panjang minimal 2,6 cm </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">yang </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">efektif</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> dalam </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">merangsang </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">proses 	ruminansi</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">K</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">ualitas </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">pakan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">ternak </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">yang 	tinggi </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">harus 	diberi</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">kan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">selama 	periode ini untuk meningkatkan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">konsumsi 	bahan kering</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Kandungan Neutral Detergent Fibre 	sebesar 28%</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Kandungan 	Acid Detergent Fibre sebesar </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">19%</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Untuk 	menghindari masalah pencernaan (e.g. acidosis, depresi </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">konsumsi</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">),</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">konsentrat </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">ditambahkan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">secara 	bertahap sekitar 0,5 0,7 kg/hari </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">selama </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dua minggu</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">pertama. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Protein 	sangat penting selama awal laktasi </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">karena 	terbatasnya protein yang dimobilisasi </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dibandingkan 	dengan lemak tubuh. Dengan demikian pada awal laktasi, yang diet </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">kandungan 	protein 17-19% dianjurkan. 35-30% protein</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> tidak tercerna dalam pakan, </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">sementara 	30% </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">merupakan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">protein</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> terlarut</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">. 	Sebuah pedoman </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">: </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">0,5 kg </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">pakan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dari 34 </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">– </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">50% protein 	konsentrat untuk setiap 5 kg susu</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">yang 	dihasilkan<br />
di atas </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">produksi </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">20 kg susu. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Strategi 	lain </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">:</span></span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">sapi 		biasanya makan setelah pemerahan</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">, 		sehingga </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">pakan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">segar </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">harus 		selalu tersedia di </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">dalam 		tempat pakan untuk meningkatkan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">konsumsi 		pakan. Tinggi produksi sapi akan makan hingga 12 </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">kali 		makan dengan rataan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">23 		menit. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Pedoman </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">konsumsi 		bahan kering </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">(kg) 		untuk </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">ternak 		laktasi  :</span></span></span></p>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<dl></dl>
<dl>
<dd>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="517">
<col width="119"></col>
<col width="103"></col>
<col width="99"></col>
<col width="137"></col>
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="119">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Waktu</strong></span></span></p>
</td>
<td width="103">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Laktasi 					Pertama</strong></span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Laktasi 					Kedua</strong></span></span></p>
</td>
<td width="137">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><strong>%-ase 					Bahan Kering</strong></span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="119">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Minggu 					I</span></span></p>
</td>
<td width="103">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">14</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">16</span></span></p>
</td>
<td width="137">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">2,5% 					Bobot Badan</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="119">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Minggu 					II</span></span></p>
</td>
<td width="103">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">15 					– 16</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">19</span></span></p>
</td>
<td width="137">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">2,9 					% Bobot Badan</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="119">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Minggu 					III</span></span></p>
</td>
<td width="103">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">17</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">21</span></span></p>
</td>
<td width="137">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">3,4 					% Bobot Badan</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="119">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Minggu 					IV</span></span></p>
</td>
<td width="103">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">18</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">22</span></span></p>
</td>
<td width="137">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">3,6 					% Bobot Badan</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="119">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Minggu 					V</span></span></p>
</td>
<td width="103">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">18 					– 19</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">24</span></span></p>
</td>
<td width="137">
<ol>
<li>
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">% 						Bobot Badan</span></span></p>
</li>
</ol>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</dd>
</dl>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" lang="en-US">
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Jika 	konsentrat sedang diberi makan secara terpisah dari </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">pakan 	berserat, ternak </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">harus 	diberi makan beberapa kali sehari.</span></span></p>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Feed 	harus tersedia untuk sapi minimal 20 jam per hari</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Pakan 	berserat </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">harus 	diberi sebelum </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">konsenntrat 	pada pemberian pakan pagi hari</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Protein 	suplemen harus diberi makan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">bersamaan 	dengan bahan pakan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">sumber 	energi dan/atau pakan</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">sumber 	energi </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">diberikan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">sebelum </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">bahan 	pakan sumber </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">protein </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Bahan 	pakan berserat harus dipastikan memiliki </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">serat </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">yang </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">cukup 	panjang</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Jika 	dua forages diberi</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">kan</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">, 	sebaiknya </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">dicampur 	daripada diberikan terpisah </span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Jika 	intakes berada di bawah normal</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">, 	lakukan pemeriksaan pada bahan pakan berserat </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">non-karbohidrat, 	ukuran </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">pakan 	berserat </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dan 	kualitas air. </span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Pemberian pakan secara terpisah</strong></span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Pemberian 	ransum dengan campuran konsentrat – pakan berserat </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">(TMR) </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">sebaiknya 	perlu difikirkan</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">, 	masih banyak </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">peternak 	sapi perah yang memberikan pakan berserat </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dan 	konsentrat secara terpisah. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">K</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">omponen 	k</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">onsentrat 	biasanya hanya diberi makan sekali</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">atau dua 	kali setiap hari.</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> Hal ini dapat menyebabkan tidak seragamnya pasokan nutrisi dan 	ketidakefisienan dalam pemanfaatan gizi.</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Pemberian 	konsentrat sesering mungkin akan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">membantu </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">kestabilan 	lingkungan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">rumen. 	Beberapa strategi manajemen dapat digunakan untuk meningkatkan 	produksi susu sapi dan kesehatan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">ternak</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Hindari </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">perubahan 	kualitas pakan ternak</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Berikan 	pakan berserat se</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">sering</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> mungkin</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">hal 	ini akan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">membantu 	menjaga </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">pakan 	ternak selalu berada dalam keadaan segar dan ternak akan lebih 	sering makan</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Berikan 	pakan berserat </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">di 	pagi hari sebelum </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">diberi 	konsentrat</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Hindari 	memberi konsentrat diatas </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">2.5-3.5 	kg </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">sekali 	pemberian</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">. </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Selain 	mencegah kebosanan, juga akan menghilangkan resiko acidosis akibat 	tingginya asupan karbohidrat dalam rumen</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Perhatikan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">ukuran </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">konsentrat. 	 Konsentrat yang terlelu halus akan sangat cepat dalam rumen dan 	akan menyebabkan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">acidosis 	masalah. </span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Frekuensi makan </strong></span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Peningkatan 	frekuensi </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">pakan 	akan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">mengurangi 	variasi </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">keasaman </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dalam rumen 	dan dengan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">akan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">membantu 	menstabilkan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">lingkungan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">rumen. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Kestabilan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">pH </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">rumen 	sangat penting </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">penting 	dalam </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">pencernaan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">serat </span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"><strong>Urutan Pemberian </strong></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Pakan</strong></span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Memberi pengaruh pada fungsi 	kerja rumen</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Jika </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">berserat </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dan 	konsentrat </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">diberikan 	secara </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">terpisah, </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">maka 	pakan berserat </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">harus 	diberi makan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">terlebih 	dahulu </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">di 	pagi hari </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">sebelum 	diberikan konsentrat</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Bahan 	pakan sumber </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">protein 	(misalnya</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">, 	tepung </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">kedelai) 	dan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">sumber </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">karbohidrat 	(misalnya jagung) </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">diberikan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">bersama</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">an 	akan memberi lemak susu </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">lebih 	tinggi</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">. </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Hal ini 	karena mikroba </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">rumen 	memerlukan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">energi 	dan protein untuk tumbuh. </span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"><strong>Ketepatan </strong></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Pencampuran </strong></span></span></p>
<p style="margin-left:.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">K</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">ombinasi </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">bahan pakan harus dilaksanakan dengan tepat untuk memperoleh </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">keseimbangan gizi. </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Bahan pakan yang diberikan dalam jumlah tertentu</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> (misalnya mineral dan vitamin), </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">sebaiknya dicampur terlebih dahulu dengan bahan pakan yang lain sebelum dilakukan pencampuran yang lebih banyak lagi</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:large;"><span lang="en-US"><strong>L</strong></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:large;"><strong>aktasi </strong></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:large;"><span lang="en-US"><strong>Medium</strong></span></span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Medium 	laktasi berada pada </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">100 </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">– </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">200 hari </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">post 	partus</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">. </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Pada 	tahapan ini</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">, </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">ternak </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">akan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">mencapai </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">puncak 	produksi (8-10 minggu </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">post 	partus</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">).</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Konsumsi bahan kering harus 	tervvapai tidak lebih dari 10 minggu post partus.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Ternak 	harus mengkomsumsi 4% dari total bobot badan.</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Hal ini akan menjaga persistensi 	produksi ternak</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Untuk setiap 2 kg produksi air 	susu, sedikitnya ternak harus mengkonsumsi 1 kg bahan kering</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Sasaran 	utama selama periode ini adalah menjaga puncak produksi susu selama<br />
mungkin</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> dengan total produksi susu sebesar </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">200 	- 225 kg </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">atau </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">lebih </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">selama 	masa </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">laktasi. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Jadi 	kunci strategi selama pertengahan laktasi adalah untuk</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">memaksimalkan 	masalah asupan kering. Selama periode ini pada sapi harus diberi </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">pakan 	dengan kandungan serat </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">tinggi</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">(minimal 40 	sampai 45% dari rasio </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">bahan 	kering</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">), dan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">kandungan 	serat </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">harus 	dipertahankan pada tingkat yang sama dengan usia </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">laktasi 	akhir</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Konsentrat 	tidak </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">boleh </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">melebihi 	2,3% dari berat badan dan sumber pakan </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">non-</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">serat 	seperti bubur bit, distillers butir biji-bijian dan dedak dapat 	menggantikan</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">bagian dari 	pati dalam </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">campuran </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">untuk 	memelihara lingkungan</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">rumen</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> yang sehat</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">Kandungan </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Protein </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">pada 	masa medium lactation </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">lebih 	rendah daripada awal laktasi</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> dengan kandungan CP </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">15-17% </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Selama 	periode ini sapi yang harus </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">digemukkan 	sebelum bunting </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">(60-70 	hari </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">post 	partus</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">)</span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:large;"><strong>Laktasi Akhir</strong></span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Fase 	ini </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">dimulai </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">200 hari </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US">post 	parrtus sampai ternak memasuki masa kering kandang</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Pada fase ini produksi air susu 	akan menurun, juga konsumsi pakan</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Tetapi konsumsi pakan akan lebih 	mudah dikonversi menjadi produksi air susu dan dengan kondisi bobot 	badan ternak diggunakan untuk mengganti jaringan yang hilang selama 	masa laktasi awal</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Pada masa ini kenaikan bobot 	badan disebabkan karena bertam bahnya bobot janin</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Sumber protein dan energy tidak 	penting pada masa ini.  Ransum murah dapat disusun dengan 	menggunakan non-protein nitrogen yang dapat menfermentasi 	karbohidrat, misalnya tetes.</span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Tabel Kebutuhan Nutrisi Ternak Sapi Perah</strong></em></span></span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="603">
<col width="247"></col>
<col width="99"></col>
<col width="99"></col>
<col width="99"></col>
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Tahap 			Laktasi</strong></span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Awal</strong></span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Medium</strong></span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Akhir</strong></span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Rata-rata 			Produksi Susu (kg/hari)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">40</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">20</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Konsumsi 			Bahan Kering (kg/hari)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">24 			– 26 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">21 			– 23 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">11 			– 12</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Kandungan 			Protein (% bahan kering)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">17 			– 19 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">15 			– 16 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">13 			– 15 </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Protein 			tidak tercerna (% CP)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">35 			– 40 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">30 			– 35 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">25</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Protein 			Terlarut (% CP)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">25 			– 33 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">25 			– 36 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">25 			– 40 </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Neutral 			Detergent Fibre (% bahan kering)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">30 			– 34 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">30 			– 38 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">33 			– 43 </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Acid 			Detergent Fibre (% bahan kering)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">19 			– 21 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">19 			– 23 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">22 			– 26 </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Efektif 			kandungan Serat (NDF %)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">25</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">25</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">25</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Nett 			Energy (MCal/kg)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">1,64</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">1,57</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">1,5</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Non-Carbohidrat 			Fibre (% bahan kering)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">30 			– 42 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">30 			– 44 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">30 			– 45 </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Total 			Digenstible Nutrient (% bahan kering)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">72 			– 74 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">69 			– 71 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">66 			– 68 </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Lemak 			(max, bahan kering) &#8211; % </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">5 			– 6 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">4 			– 6 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">3 			– 5 </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Calcium 			(% bahan kering)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,8 			– 1,1</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,8 			– 1 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,7 			– 0,9 </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Phosphorous 			(% bahan kering)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,5 			– 0,9</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,4 			– 0,8</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,4 			– 0,7 </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Kalium 			(% bahan kering)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,9 			– 1,4 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,9 			– 1,3 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,9 			– 1,3</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Natrium 			(% bahan kering)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,2 			– 0,45</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,2 			– 0,45</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,18 			– 0,45</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Kaporit 			(% bahan kering)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,25 			– 0,3</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,25 			– 0,3</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,25 			– 0,3 </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Belerang 			(% bahan kering)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,22 			– 0,24</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,2 			– 0,24</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p lang="en-US" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,2 			– 0,22</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Kobalt (mg / 			kg DM)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US">,</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">2</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US">,</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">3 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US">,</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">2</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US">,</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">3 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US">,</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">2</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US">,</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">3</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Tembaga (mg / 			kg DM)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">15</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">30 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">15</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">30 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">12</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Mangan (mg / 			kg DM)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">60 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">60 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">50</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Seng (mg / kg 			DM)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">80 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">80 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">70</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Yodium (mg / 			kg DM)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US">,</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">8</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">14 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US">,</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">6</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">1</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US">,</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">4 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US">,</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">6</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">1</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US">,</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">2</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Besi (mg / kg 			DM)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">100 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">75-100 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">50-100</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Adenium (mg / 			kg DM)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,3 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,3 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">0,3</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Vitamin A 			(1000 IU / hari)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">200 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">200 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">200</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Vitamin D 			(1000 IU / hari)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">20</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">30 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">20</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">30 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">20</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="247">
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">Vitamin E (IU 			/ hari)</span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">600</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">800 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">400</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">600 </span></span></p>
</td>
<td width="99">
<p align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">400</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">–</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:x-small;">600</span></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>1- Early lactation</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Nutrient Requirements of Dairy Cows in Early-lactation</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Early lactation usually</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">refers to the first 100</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">days of lactation. At the</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">beginning of this phase,</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">cows will achieve peak</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">milk production (during</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">the second month of</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">lactation for Holstein</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">cows), feed intake is</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">lagging and cows are</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">usually losing weight. At</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">the end of early</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">lactation, peak dry</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">matter will be achieveand no weight losses</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">occurring.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Rations for lactating dairy cows are usually formulated based on protein (e.g. CP) and</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">energy (e.g. net energy for lactation) requirements. However, to achieve maximum</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">production, dairy rations should be balanced for </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><em><strong>effective fiber</strong></em></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">, </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><em><strong>non-structural</strong></em></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><em><strong>carbohydrates, ruminal undegraded protein, soluble protein</strong></em></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">. Dairy rations are usually</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">formulated to maximize microbial yield and for requirements for ruminal undegraded</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">amino acids. General guidelines for nutrient requirements for dairy cows at different</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">stages of lactation are listed in Table 1. These guidelines are based on the 1989 and </span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:small;">2001</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:small;">Nutrient Requirements of Dairy Cows </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">(published by the National Research Council).</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Detailed discussion on carbohydrate and protein requirements will be provided in</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">separate chapters. The recommendations for feeding dairy cows in the following</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">discussion is based on the assumption that total mixed rations are fed. Dairy cows should</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">be divided into three groups according to stage of lactation (i.e. level of production). Thisimplies that three different TMR should be fed to the herd (at least two TMR, one for the</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">high producing group and one for the low producing group).</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Body Weigh Loss During Early Lactation</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">During this period milk yield increases more rapidly than dry matter intake (peak</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">production). The demand for energy is therefore higher than the amount of energy</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">consumed. Thus the cow mobilizes body reserves and losses weight (negative energy</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">balance).</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">The genetic potential is usually expressed during this period and the cow will be under</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">pressure to produce a large amount of milk. However, the cow at this stage has a limited</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">capacity to ingest the required amount of feed. Thus it is normal for the cow to mobilize</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">body fat during early lactation. The ability of the dairy cow to mobilize body fats</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">contributed to its genetic potential (i.e. cows with higher genetic potential will mobilize</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">body fats for a</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">longer period of time than cows with a lower genetic potential). During</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">this period, the cow could lose as much as 0.7 kg/day.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Monitoring Dry Matter Intake During Early Lactation</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Feed intake is the key factor in maintaining high milk production. Cows should be</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">encouraged to maximize their intake during early lactation. Each additional kg of dry</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">mater consumed can support 2-2.4 kg more milk. Feed intake by the dairy cow is</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">influenced by many factors including level of production, forage quantity and quality,</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">feed digestibility, feed processing, feeding frequency, consistency of ration ingredients</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">etc.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>How to calculate dry matter intake in dairy cows: </strong></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">The following equation can be used</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">to calculate dry matter intake</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><em><strong>DMI (% body weight) = 4.048 – 0.00387 x body weigh (kg) + 0.0584 x 4% FCM (kg)</strong></em></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Use the following equation to calculate 4% FCM</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><em><strong>0.4 x actual milk yield in kg/day) + 15 x milk fat in kg/day</strong></em></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">- Maintaining good rumination is essential in early lactation. Thus it is important to</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">feed at least 40% of the ration dry matter as forage. About half of the forage should</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">have a particle length of at least 2.6 cm to effectively stimulate chewing. High</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">quality forage should be fed during this period to improve dry matter intake. Neutral</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">detergent fiber and acid detergent fiber levels should be set at 28 and 19%,</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">respectively to maximize intake- Major ration changes should be avoided. To avoid any digestive problems (e.g.</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">acidosis, depressed intake), concentrates should be added gradually at a rate of</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">about 0.5 to 0.7 kg/day for the first two weeks.</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">- Protein is very critical during early lactation as the amount of body protein that can be</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">mobilized is very limited compared with body fat. </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Thus in early lactation, a dietary</strong></em></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><em><strong>protein content of 17-19% is recommended</strong></em></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">. About 35-30% of dietary protein should</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">be ruminally undegraded protein while 30% should be soluble protein. A guideline is</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">to feed 0.5 kg of a 34 to 50% protein concentrates for every 5 kg of milk produced</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">above 20 kg of milk.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Other Feeding Strategies for High Producing Cows</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">1- Cows usually eat after milking. Thus fresh feed should always be available in the feed</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">bunk immediately to encourage feed consumption. High producing cows will eat up to 12</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Guidelines for dry matter intake (kg) for lactating dairy cows</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Time 1st lactation 2nd lactation</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Week 1 14 16 (2.5% BW)</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Week 2 15-16 19 (2.9% BW)</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Week 3 17 21 (3.4% BW)</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Week 4 18 22 (3.6% BW)</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Week 5 18-19 24 (4% BW)</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">meals per day, each averages 23 minutes. The best TMR dry matter is between 50-75%.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Wetter or drier rations will limit intake</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">2- If concentrates are being fed separately from forages, they should be fed several times</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">a day.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">3- Feeds should be available to cows at least 20 hours per day</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">4- Hay should be fed before grain and / or protein supplement in the morning.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">5- Protein supplements should be fed with energy sources and / or feed the energy source</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">before protein</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">6- Forage should be checked to make sure it contains enough long fiber.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">7- If two forages are being fed, it is preferable to mix them rather than feed them</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">separately.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">8- If intakes are below normal begin by checking the non-fiber carbohydrate level, forage</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">particle size and water quality.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Feeding separately</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">While total mixed rations (TMR) get a lot of attention, many dairy producers still feed</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">forage and concentrates separately. The concentrate component is usually fed only once</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">or twice daily. This results in non-uniform supply of nutrients and inefficiencies of</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">nutrient utilization can occur. Providing smaller and more frequent meals of concentrates</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">may help stabilizing the rumen environment. Several management strategies can be used</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">to improve milk production and cow health in component-fed herds.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">- Avoid large variation in forage quality</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">- Feed forages frequently and push up feed frequently. This practice helps keep feed</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">fresh and encourage cows to eat smaller meals more often.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">- Feed some in the morning before cows have access to concentrates.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">- Do not feed more than 2.5-3.5 kg of grain per feeding. Limiting the amount of grain</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">fed at one time lowers the risk of creating acidotic conditions in the rumen due to</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">rapid breakdown of carbohydrates in the rumen.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">- Watch Particle size of grain. Finely ground grains breakdown rapidly in the rumen</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">and can lead to acidosis problems.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Feeding frequency</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Increased feeding frequency reduces daily variations in rumen pH and thus helpsstabilizing the rumen environment. The proper range and consistency of ruminal pH iscritical in fiber digestion.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Feeding sequence</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Feeding frequency affects rumen function and cow performance. If forage andconcentrates are being fed separately, forages should be fed first in the morning followedby a portion of the grain mix.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Feeding protein (e.g. soybean meal) and carbohydrate (e.g. corn) supplements together</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">results in higher milk fat percentage than feeding them separately. This is because rumen</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">microbes require both energy and protein to grow.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>Mixing accuracy</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">A TMR or forage combination must be adequately mixed in order to provide a proper</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">nutrient balance. When mixing small quantities of specific ingredients (e.g. minerals and</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">vitamins), it may more appropriate to include them in a pre-mix where larger quantities</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">can be added to the ration.</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Chemical analysis of the ingredients must be accurate. Chemical analysis of TMR and</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">calculated analysis of individual feed ingredients will vary, but they should be within a</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">given range of variations. A comparison between actual and calculated dry matter of the</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">TMR will give an indication of how ingredients are mixing.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>2- Mid-lactation</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Mid-lactation period is the period from day 100 to day 200 after calving. By the</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">beginning of this phase, cows will have achieved peak production (8-10 weeks after</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">calving). Peak dry matter intake has also occurred with no more weight losses (see figure</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">1). Cows should reach maximum dry matter intake no later than 10 weeks after calving.</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">At this point, cows should be eating at least 4% of their body weight. The cow should be</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">fed a ration that will maintain peak production as long as possible. For every 2 kg of</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">expected milk production, large-breed cows should eat at least one kg of dry matter.</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">The main target during this period is to maintain peak milk productions as long as</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">possible. For each extra kg of milk at peak production, the average cow will produce 200-</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">225 kg more milk for the entire lactation. Thus the key strategy during mid lactation is to</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">maximize dry matter intake. During this period the cow should be fed high quality forage</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">(minimum 40 to 45% of the ration dry matter) and the level of effective fiber should be</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">maintained at a level similar to that of early lactation.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Concentrates should not exceed 2.3% of body weight and sources of non-forage fibers</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">such as beet pulp, distillers grains and cereal bran can replace part of the starch in the</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">ration to maintain a healthy rumen environment.</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Protein requirements during mid lactation are lower than in early lactation. Therefore</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">rations for dairy cows in mid-lactation should contain 15-17% crude protein (Table 1).</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">During this period the cow should be bred to initiate a new pregnancy (60-70 days after</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">calving).</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>3- Late-lactation</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">This phase may begin 200 days after calving and end when the cow dries off. During this</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">period, milk yield continues to decline and so does feed intake. However, the intake</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">easily matches milk yield. The cow also gains weight during this period to replenish the</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">adipose tissue lost during early lactation (see figure abve). However, as lactation</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">approaches an end, more of the increase in body weight is due to the increased size of the</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">growing fetus.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Sources of protein and energy are not very critical during this period. Cheap rations can</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">be formulated with non-protein nitrogen and a source of readily fermentable</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span lang="en-US"> </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">carbohydrates such as molasses</span></span></p>
Posted in peternakan Tagged: akhir, awal, kering kandang, laktasi, medium <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekabees.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekabees.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekabees.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekabees.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekabees.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekabees.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekabees.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekabees.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekabees.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekabees.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=98&subd=ekabees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekabees.wordpress.com/2009/01/17/program-ternak-laktasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e175fd53d2c3702d05b027d5066168d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekabees</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Pedet</title>
		<link>http://ekabees.wordpress.com/2009/01/03/penyakit-pedet/</link>
		<comments>http://ekabees.wordpress.com/2009/01/03/penyakit-pedet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 01:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekabees</dc:creator>
				<category><![CDATA[peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[calf]]></category>
		<category><![CDATA[pedet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekabees.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[
Penyakit Pedet
George Miller, Ellinbank
© State of Victoria, Department of Primary Industries
Semua anak sapi yang terkena berbagai mikro-organisme seperti virus, bakteri dan protozoa setelah mereka dilahirkan. Mikro-organisme ini adalah bagian dari  lingkungan hidup ternak sapi dan harus  member  imunitas kepada pedet.
 
Menjaga pedet tetap sehat, harus memastikan pemberian colostrum dalam kurun waktu 6-8  jam lahir, memiliki akses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=88&subd=ekabees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:20pt;color:black;line-height:150%;"><a rel="attachment wp-att-90" href="http://ekabees.wordpress.com/2009/01/03/penyakit-pedet/cows-nose-closeup-2/"><img class="aligncenter size-full wp-image-90" title="cow's nose closeup" src="http://ekabees.files.wordpress.com/2009/01/cow1.jpg?w=248&#038;h=181" alt="cow's nose closeup" width="248" height="181" /></a></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:20pt;color:black;line-height:150%;">Penyakit </span></strong><strong><span style="font-size:20pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Pedet</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">George Miller, Ellinbank</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">© State of Victoria, Department of Primary Industries</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Semua anak sapi yang terkena berbagai mikro-organisme seperti virus, bakteri dan protozoa </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">setelah </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">mereka dilahirkan. Mikro-organisme ini adalah bagian dari </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span> </span></span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">lingkungan hidup ternak sapi dan harus </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span> </span>member </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span> </span>imunitas kepada </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">pedet</span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">.</span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Menjaga pedet tetap sehat, harus memastikan pemberian </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">colostrum dalam </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">kurun waktu </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">6</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">-</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">8 </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">jam lahir, memiliki akses ke tempat penampungan dan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">mendapat pakan</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Kedua jenis masalah utama dilihat pada anak sapi adalah: </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">radang usus yang menyebabkan diare</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">radang paru-paru </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Kedua masalah </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">tersebut berkonstribusi </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">80% </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">permasalahan dalam penanganan kelahiran pedet.<span>  </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dengan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">penyakit diare </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">yang paling umum. Gembung, </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">sakit pada </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">pusar, kecelakaan dan keracunan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">sebagai masalah lainnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">radang usus yang menyebabkan diare</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">penyebab utama<span>  </span>:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">• <em>E. coli </em>(putih scours) </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">• <em>Salmonella </em></span><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">• Rotavirus </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">• Cryptosporidia</span></em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Permasalahan ini dapat terjadi bersama-sama atau sendiri-sendiri.<span>  </span></span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Gejala-gejala yang terlihat<span>  </span>:</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">diare</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">bulu kering</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">pedet terlihat lesu</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">beberapa kasus menyebabkan pedet mati dalam keadaan cepat</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span id="more-88"></span>Diare disebabkan karena perubahan fungsi usus, karena serangan mikroorganisme yang menyebabkan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">usus berhenti </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">mencerna</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">, yang meningkatkan jumlah </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">feses</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;"> dan cairan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">ada ternak yang mati.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Pedet yang diberi pakan susu biasanya hanya mengeluarkan sedikit kotoran.<span>  </span>Jika usus terkena masalah bakteri/mikroorganisme, maka jumlah kotoran akan meningkat secara signifikan.<span>  </span>Misalnya, dapat menyebabkan 20 kali diatas normal.<span>  </span>Cairan ini akan bercampur dengan garam dan bahan pakan lain sehingga pedet akan kehilanga lebih banyak dari apa yang dia makan.<span>  </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Hilangnya air dan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">garam akan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">menyebabkan dehidrasi. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Hal inilah yang sangat mendadak dan dapat </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">menyebabkan kematian. Dengan kata lain, kuman yang </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">memulai </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">menyerang alt cerna, </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">biasanya tidak langsung penyebab kematian. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Dehidrasi dan kehilangan garam </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">sebenarnya adalah penyebab kematian. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">E. coli</span></em></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;"> atau </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">berak </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">putih</span></strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Mikroorganisme ini akan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">memproduksi racun yang membuat cairan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">berada dalam jumlah lebih banyak </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dari biasanya. Hal ini menyebabkan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">kejadian seperti diatas</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. Pada bedah mayat, yang sapi yang mati dari <em>E. coli</em> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">tidak </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">menunjukkan tanda-tanda </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">mempunyai infeksi. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Salmonella</span></em></strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. Ini menyebabkan menjadi </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">kotoran berwarna </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">merah </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">karena invasi pada </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dinding usus</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"> yang masuk </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">ke jaringan, sehingga air dan makanan tidak dapat diserap. Salmonella </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">yang menyerang akan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">menyebabkan keracunan darah dan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">kematian</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Rotavirus dan Cryptosporidia</span></em></strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Biasanya bila pedet mengkonsumsi air susu yang masam</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Mikroorganisme </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">yang biasanya ada di usus </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">akan meningkat </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">pesat dalam susu asam ini, menghasilkan racun, sehingga usus bekerja lebih cepat </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">dan menyebabkan diare</span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. Air<br />
</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">dalam </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">makanan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">juga akan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">hilang. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Pencegahan </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">diare</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">M</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">enyediakan colostrum </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">yang cukup </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dalam beberapa jam pertama setelah lahir. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">B</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">eberapa jam pertama setelah lahir</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">, pedet </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dapat menyerap antibodi dari colostrum untuk </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">member </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">imunitas </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">dan mencegah </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">infeks</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">i</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span> </span>Diperlukan sekitar </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dua liter colostrum susu. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Pada beberapa kasus Induk tidak memiliki cukup antibody dalam kolostrumnya untuk memberi perlindungan kepada pedet mereka</span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">.<br />
</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">C</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">olostrum </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">yang dibekukan akan sangat berperan dalam kejadian ini</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Sediakan lokasi yang teduh dari cuaca dingin untuk menghindari stress.<span>  </span>Kejadian s</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">tres</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">s</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">sangat penting untuk memungkinkan kejadian diare</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">M</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">anajemen</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">pemberian </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">pakan</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"> yang baik</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span> </span>Pemberian pakan yang terlalu banyak </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dan perubahan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">komposisi pakan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dapat menyebabkan stres. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Perawatan diare</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Gunakan elektrolit dalam konsentrasi yang tepat</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Gunakan antibiotic bila diperlukan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Program perawatan</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span>  </span></span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">: </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">a)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Ganti semua </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">susu </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dengan elektrolit. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">b)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Gunakan antibiotik jika perlu (saran pada dokter hewan)</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">c)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Secara bertahap </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">ganti </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">elektrolit dengan susu selama beberapa hari. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Jika kejadian diare masih berlanjut, pedet perlu diinfus dengan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">cairan intravena. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span>  </span>Memaksakan makanan akan menyebabkan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">radang paru-paru, karena </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">saat pedet </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">sakit</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">, mereka </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">tidak dapat menelan sebagaimana mestinya.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Pastikan anak sapi </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">berada dalam keadaan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">hangat dan kering. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Cuaca yang buruk </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">akan melakukan hal-hal buruk. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Radang paru-paru </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Radang paru-paru adalah infeksi paru-paru dan telah menyebabkan banyak</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"> kematian</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. Cacing paru-paru </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">merupakan penyebab dengan meng</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">infeksi paru-paru. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Pedet </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">yang </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">dapat </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">bertahan radang paru-paru</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">, </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">memerlukan waktu lama untuk sembuh. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Biasanya akan terjadi gangguan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">pertumbuhan dan produk</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">tifitas yang rendah saat telah mulai berproduksi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Pencegahan paling penting </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">adalah penyediaan lokasi pemeliharaan dan sirkulasi yang baik.<span>  </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Stres yang disebabkan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">karena cuaca </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dingin, kondisi basah, dan pakan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">yang berlebihan dapat menyebabkan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">radang paru-paru. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">Diseases of young dairy calves</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><em><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">George Miller, Ellinbank</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:8pt;color:black;">© State of Victoria, Department of Primary Industries</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><strong><em><span style="font-size:8pt;color:black;">All calves are exposed to a variety of micro-organisms</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span></em></strong><strong><em><span style="font-size:8pt;color:black;">such as viruses, bacteria and protozoa as soon as they are</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span></em></strong><strong><em><span style="font-size:8pt;color:black;">born. These micro-organisms are part of the</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span></em></strong><strong><em><span style="font-size:8pt;color:black;">environment in which cattle live and calves have to</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span></em></strong><strong><em><span style="font-size:8pt;color:black;">develop an immunity to them.</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">Keeping calves healthy requires good calf management</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">which includes selecting robust calves to rear, ensuring the</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">calves have received adequate colostrum within 6 to 8</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">hours of birth, having access to shelter and ensuring the</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">calves receive appropriate feeding.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">The two major types of problems seen in calves are:</span><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:8pt;color:black;">Gut problems (scouring)</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:8pt;color:black;">Pneumonia</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">These two problems account for over 80% of all losses in</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">calves, with scouring being the most common. Bloat,</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">navel-ill, accidents and poisoning make up most of the rest.</span><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">Gut problems (scouring)</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">These can be divided into four major causes:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">• E. coli (white scours)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">• Salmonella</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">• Rotavirus</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">• Cryptosporidia</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">All these can occur separately or together. The visible signs</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">as seen by the owner are scouring, a dry coat, the calf is</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">dull and listless and in many cases dies in a short time.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">Scouring is the result of changed gut function; that is, the</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">germ makes the gut stop digesting, which increases the</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">amount of manure and fluids the calf passes.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">Calves on a milk diet normally pass only a small amount of</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">droppings. If the gut is affected, the amount passed can</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">increase markedly. For example, the amount of water</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">passed in a scouring calf can be <strong>20 times normal</strong>. This</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">extra water is mixed with salts and other food, so the calf is</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">losing more than it can eat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">The loss of water and salts leads to dehydration. This</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">causes shock and death. In other words, the germ that</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">started the scour is usually not the direct cause of death. It</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">is the shock caused by the loss of body water and salts that</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">is the actual cause of death.</span><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:8pt;color:black;">E. coli or white scours</span></strong><span style="font-size:8pt;color:black;">. The germ produces a poison that</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">makes more fluid pass out than normal. This causes the</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">shock mentioned above. On post-mortem, a calf that died</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">from E. coli scours will often show no visible signs of</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">having an infection.</span><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:8pt;color:black;">Salmonella. </span></strong><span style="font-size:8pt;color:black;">These cause marked reddening of the gut by</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">invading the gut wall. The result of this invasion is damage</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">to the tissue, so that water and food cannot be absorbed.</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">Salmonella can readily invade the rest of the body, causing</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">blood poisoning and rapid death.</span><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:8pt;color:black;">Rotavirus and Cryptosporidia. </span></strong><span style="font-size:8pt;color:black;">These agents damage</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">part of the gut so that food is not used. This particularly</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">applies to milk, which then goes sour in the gut.</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">The germs normally present in the gut multiply rapidly in</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">this sour milk, producing poisons, and so the gut works</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">more rapidly to remove them hence the scouring. The water</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">and food is also lost.</span><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">Prevention of scours</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">The most important method of prevention is to provide</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">adequate colostrum (beestings) in the first few hours</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">after birth.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">It is only in the first few hours or so after birth that a calf</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">can absorb the antibodies from the colostrum it drinks to</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">give it immunity to many infections present in the herd.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">A calf needs about two litres of colostrum milk. Remember</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">that heifer cows that do not mix with the herd may not have</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">enough antibodies in their milk to provide suitable</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">protection to their calves. To overcome this, and problems</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">with sick cows or cows dying at calving, a store of frozen</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">colostrum should be kept if a freezer is available.</span><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:8pt;color:black;">Remember that colostrum is more potent than any drug</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span></strong><strong><span style="font-size:8pt;color:black;">a veterinarian can sell.</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">Provide adequate housing or shelter from the weather to</span><strong><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span></strong><span style="font-size:8pt;color:black;">reduce stress. Stress is important in allowing scours to</span><strong><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span></strong><span style="font-size:8pt;color:black;">develop.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">Maintain a suitable management and feeding system.</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">Overfeeding and sudden changes of diet can cause</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">further stress.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">Treatment of scours</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">The most important thing to do is to replace the lost body</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">water and salts. This is done by using electrolytes in their</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">correct concentration. The earlier this is done, the better</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">the response. Antibiotics can be used if necessary. A</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">treatment program could be:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">a) Replace all the milk with electrolyte.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">b) Use antibiotic if necessary (on veterinary advice).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">c) Gradually replace electrolyte with milk over several</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">days.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">If calves are severely affected and will not drink, it will be</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">necessary to call your veterinary practitioner to treat the</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">calves with intravenous fluids. Force feeding can result in</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">pneumonia, because very sick calves cannot swallow</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">properly.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">Make sure affected calves are warm and dry. Exposure to</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">the weather when sick will make things worse.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">Pneumonia</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">Pneumonia is infection of the lungs and has many causes.</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">Lung worms can play an important role in allowing</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">infection to enter the lungs. A calf that survives pneumonia</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">takes a long time to recover. This usually means stunted</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">growth and poor production as an adult.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">Prevention is most important and this is by having suitable</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">housing with adequate ventilation. Stress caused by</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">exposure to cold, wet conditions, overcrowding and</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">inadequate feeding can allow a calf to pick up pneumonia.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">Treatment depends on the cause of the infection. If</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">pneumonia is occurring, consult with your veterinarian for</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">a diagnosis (which is often difficult as several causes may</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">be occurring together). They will recommend a treatment</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">program.</span><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">Other causes of deaths</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">There are many other causes of losses in calves but they</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">tend to be isolated. Sometimes these losses may be severe</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">on individual farms and immediate help should be sought</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">in identifying the cause.</span><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">Things like plant poisoning, lead poisoning, leptospirosis,</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">incidental infections and so on may all occur, because</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">calves are curious and lick or taste any object lying around.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:8pt;color:black;">Make sure that nothing is available to calves that may</span><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span><span style="font-size:8pt;color:black;">result in illness.</span><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">Further reading</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><em><span style="font-size:8pt;color:black;">Donohue, G. et al (1984) <span>Calf rearing systems, </span>Melbourne;</span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;">NRE.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:8pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">Biasi, R. et al (1993) <span>Dairy calf rearing &#8211; a brief guide,</span>Warragul: NRE.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><em><span style="font-size:8pt;color:black;">Moran, J. (1993) <span>Calf raring &#8211; a guide to rearing calves in</span></span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;"> </span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;">Australia, </span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;">Melbourne: Agmedia</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:black;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
Posted in peternakan Tagged: calf, pedet <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekabees.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekabees.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekabees.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekabees.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekabees.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekabees.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekabees.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekabees.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekabees.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekabees.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=88&subd=ekabees&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekabees.wordpress.com/2009/01/03/penyakit-pedet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e175fd53d2c3702d05b027d5066168d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ekabees</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ekabees.files.wordpress.com/2009/01/cow1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cow's nose closeup</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Acetonaemia (Ketosis) Pada Ternak Laktasi</title>
		<link>http://ekabees.wordpress.com/2009/01/03/acetonaemia-ketosis-pada-ternak-laktasi/</link>
		<comments>http://ekabees.wordpress.com/2009/01/03/acetonaemia-ketosis-pada-ternak-laktasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 22:34:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekabees</dc:creator>
				<category><![CDATA[peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[ketosis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekabees.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[


Acetonaemia (Ketosis) Pada Ternak Laktasi
Nicky Stone, Ballarat
Updated: July 2007
AG0210
ISSN 1329-8062
© State of Victoria, Department of Primary Industries 
A very distinct problem for dairy cows is the disease of ketosis (or acetonaemia). The occurrence of this disease in dairy cows is related to an increased demand for glucose by the animal. Ketosis also occurs in other [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekabees.wordpress.com&blog=5954152&post=82&subd=ekabees&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><strong></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Calibri;"><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:20pt;color:black;line-height:115%;"><a rel="attachment wp-att-84" href="http://ekabees.wordpress.com/2009/01/03/acetonaemia-ketosis-pada-ternak-laktasi/dairy-cow_cartoon/"><img class="aligncenter size-full wp-image-84" title="dairy-cow_cartoon" src="http://ekabees.files.wordpress.com/2009/01/dairy-cow_cartoon.jpg?w=300&#038;h=268" alt="dairy-cow_cartoon" width="300" height="268" /></a></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:20pt;color:black;line-height:115%;">Acetonaemia (Ketosis) </span></strong><strong><span style="font-size:20pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">Pada Ternak Laktasi</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Nicky Stone, Ballarat</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Updated: July 2007</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:10pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">AG0210</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:10pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">ISSN 1329-8062</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:10pt;color:black;line-height:115%;">© State of Victoria, Department of Primary Industries </span><span style="font-size:10pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;">A very distinct problem for dairy cows is the disease of</span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;"> </span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;">ketosis (or acetonaemia). The occurrence of this disease</span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;"> </span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;">in dairy cows is related to an increased demand for</span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;"> </span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;">glucose by the animal. Ketosis also occurs in other</span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;"> </span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;">animals and the problem is known by various names, eg,</span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;"> </span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;">regnancy toxaemia in ewes.</span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">Kejadian </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">ketosis </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">terjadi pada ternak </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">sapi </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">laktasi </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">atau sapi </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">dengan kondisi nutrisi buruk</span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">. Tanda-tanda penyakit dapat dilihat sebelum melahirkan anak sapi, tetapi paling sering terjadi di bulan pertama setelah melahirkan anak sapi dan kadang-kadang di<br />
bulan</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"> kedua</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">. Dalam </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">ternak berkelompok</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">, ketosis </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">terjadi secara </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">sporadis </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">hanya pada ternak yang terjangkit</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">, atau endemik dengan banyak sapi yang </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">terjangkit.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><br />
</span><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Penyebab Ketosis</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Penyakit ini merupakan perpanjangan dari proses metabolisme normal </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">yang terjadi </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">pada ternak </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">sapi</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"> laktasi</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">K</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">etosis adalah </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">masalah kekurangan glukosa </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">(atau </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">gula) dalam darah dan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">jaringan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">tubuh. Glukosa dihasilkan oleh sapi dari karbohidrat yang merupakan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">komponen utama padang gembala </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">dan tambahan lain </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">yang terdapat pada pakan.<span>  </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Pada </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">masa bunting tua</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">, </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">glukosa digunakan untuk fungsi ideal tubuh dan perkembangan pedet</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">Saat masa </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">laktasi, glukosa </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">berperan dalam </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">pembentukan lactose (gula susu)</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">dan</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">lemak susu. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">Penggunaan glukosa yang tinggi akan menyebabkan kondisi gula dalam darah akan menurun</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">. Lima puluh gram glukosa diperlukan untuk </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">pembentukan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">setiap liter susu dengan 4,8% </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">laktosa </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">dan 30 gram untuk setiap liter susu dengan 4% </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">kandungan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">lemak.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"> Ternak s</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">api (ruminants dan lainnya) tidak dapat </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">diberi pakan glukosa, dalam bentuk karbohidrat yang akan diurai dalam rumen menjadi glukosa</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Jika jumlah karbohidrat </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">dalam pakan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam susu sapi, </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">maka akan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">hati </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">akan membentuk glukosa dari bahan lain </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">- lemak cadangan. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span>  </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Sayangnya peningkatan produksi oleh hati </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">akan menimbulkan hasil lain yang disebut dengan <strong>badan </strong></span><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Ketone</span></strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">Kemudian bersama dengan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">kurangnya </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">level </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">gula darah, menyebabkan tanda-tanda penyakit. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span id="more-82"></span>Ketosis utama, seperti yang dijelaskan, terjadi ketika produksi tinggi<br />
sapi tidak hanya dapat makan karbohidrat cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka, atau</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">di mana </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">pakan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">yang </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">dberikan memiliki kandungan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">karbohidrat</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"> yang kurang</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">K</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">etosis</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">sekunder dapat juga terjadi jika penyebab penyakit yang membuncah di pencernaan atau<br />
metabolisme dari karbohidrat oleh sapi. Hal ini dapat terjadi </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span> </span>meskipun </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">jumlah karbohidrat dimakan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">terlihat cukup </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">untuk fungsi tubuh normal. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">P</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">enyakit utama yang </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">terjadi selain </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">ketosis </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">adalah kelainan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">dari keempat perut, radang selaput, radang kelenjar dada, metritis, </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">milk fever dan kurangnya </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">nafsu makan sapi </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">dalam </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">waktu</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"> yang cukup panjang</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Tanda</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">-tanda</span></strong></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">kurang nafsu makan</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">produksi susu turun</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">sering menggoyangkan kaki/kepala</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">nafas ternak berbau</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">pemulihan akan sangat lama dan bila kembali sehat, tidak akan seperti sedia kala</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Akibat yang ditimbulkan</span></span></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">kebutaan</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">tulang keropos</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">gerakan aneh pada lidah</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">perubahan pada kulit</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">melakukan hentakan-hentakan untuk sesuatu yang tidak jelas</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Diagnosa penyakit </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></strong></span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">tanda terserang ketosis baru dapat diketahui pada saat ternak akan mendekati puncak produksi</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">tetapi pengamatan pada gangguan sekunder dapat digunakan, seperti : </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">radang kelenjar dada</span></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Perawatan</span></span></strong></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">tujuan </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">awal </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">perawatan adalah </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">p</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">engembalian kekurangan glukosa dalam tubuh. </span><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Pemberian suplemen glukosa melalui intra vena<strong></strong></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">Pemberian </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Propylene glycol atau gliserin </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span> </span>per oral selama </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">dua </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">empat hari.</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">therapy h</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">ormonal </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span> </span>dengan </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">corticosteroids </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span> </span>yang diimbangi dengan pemberian pakan berkarbohidrat tinggi<strong></strong></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">p</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">encegah</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">an</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> ketosis </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">adalah hal yang sangat penting, melalui perbaikan </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">pakan dan manajemen yang memadai</span><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">pemberian makanan tambahan dengan </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span> </span>kandungan </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">karbohidrat </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">tinggi sangat penting dengan pemberian bahan pakan ber</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">kualitas</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"> tinggi, seperti : </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span>silage, biji-bijian atau gandum. </span><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Kondisi tubuh sapi adalah </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">saat </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">melahirkan </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">pedet harus mendapat asupan nutrisi yang baik.<span>  </span>Begitu pula s</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">etelah melahirkan, sapi yang memiliki potensi untuk mencapai </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">produksi </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">maksimum, </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">harus mendapat asupan pakan dengan kandungan energy yang tinggi.<span>  </span>Melalui pemberian </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">suplemen energi yang diperlukan </span><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Pemberian pakan kualita baik setidaknya terus menerus diberikan sampai </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><br />
<span style="font-family:Calibri;">puncak laktasi tercapai</span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">.<span>  </span>P</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">rogram pencegahan </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US">yang terbaik adlah pemberian </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Propylene glycol </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"><span> </span>per oral </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">segera setelah melahirkan anak sapi </span><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></strong></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><em><span style="font-size:12pt;color:black;">Penulis asli ini adalah Dr George Miller, dan versi sebelumnya dimuat di September 1998. </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="EN-US"></span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:20pt;color:black;line-height:150%;">Penyakit </span></strong><strong><span style="font-size:20pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Pedet</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Calibri;">George Miller, Ellinbank</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">© State of Victoria, Department of Primary Industries</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Semua anak sapi yang terkena berbagai mikro-organisme seperti virus, bakteri dan protozoa </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">setelah </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">mereka dilahirkan. Mikro-organisme ini adalah bagian dari </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span> </span></span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">lingkungan hidup ternak sapi dan harus </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span> </span>member </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span> </span>imunitas kepada </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US">pedet</span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">.</span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Menjaga pedet tetap sehat, harus memastikan pemberian </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">colostrum dalam </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">kurun waktu </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">6</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">-</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">8 </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">jam lahir, memiliki akses ke tempat penampungan dan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">mendapat pakan</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Kedua jenis masalah utama dilihat pada anak sapi adalah: </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">radang usus yang menyebabkan diare</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">radang paru-paru </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Kedua masalah </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">tersebut berkonstribusi </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">80% </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">permasalahan dalam penanganan kelahiran pedet.<span>  </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dengan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">penyakit diare </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">yang paling umum. Gembung, </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">sakit pada </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">pusar, kecelakaan dan keracunan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">sebagai masalah lainnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">radang usus yang menyebabkan diare</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">penyebab utama<span>  </span>:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">• <em>E. coli </em>(putih scours) </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">• <em>Salmonella </em></span><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">• Rotavirus </span></em><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">• Cryptosporidia</span></em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Permasalahan ini dapat terjadi bersama-sama atau sendiri-sendiri.<span>  </span></span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Gejala-gejala yang terlihat<span>  </span>:</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">diare</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">bulu kering</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">pedet terlihat lesu</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">beberapa kasus menyebabkan pedet mati dalam keadaan cepat</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Diare disebabkan karena perubahan fungsi usus, karena serangan mikroorganisme yang menyebabkan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">usus berhenti </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">mencerna</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">, yang meningkatkan jumlah </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">feses</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;"> dan cairan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">ada ternak yang mati.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Pedet yang diberi pakan susu biasanya hanya mengeluarkan sedikit kotoran.<span>  </span>Jika usus terkena masalah bakteri/mikroorganisme, maka jumlah kotoran akan meningkat secara signifikan.<span>  </span>Misalnya, dapat menyebabkan 20 kali diatas normal.<span>  </span>Cairan ini akan bercampur dengan garam dan bahan pakan lain sehingga pedet akan kehilanga lebih banyak dari apa yang dia makan.<span>  </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Hilangnya air dan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">garam akan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">menyebabkan dehidrasi. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Hal inilah yang sangat mendadak dan dapat </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">menyebabkan kematian. Dengan kata lain, kuman yang </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">memulai </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">menyerang alt cerna, </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">biasanya tidak langsung penyebab kematian. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Dehidrasi dan kehilangan garam </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">sebenarnya adalah penyebab kematian. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">E. coli</span></em></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;"> atau </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">berak </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">putih</span></strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Mikroorganisme ini akan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">memproduksi racun yang membuat cairan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">berada dalam jumlah lebih banyak </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dari biasanya. Hal ini menyebabkan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">kejadian seperti diatas</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. Pada bedah mayat, yang sapi yang mati dari <em>E. coli</em> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">tidak </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">menunjukkan tanda-tanda </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">mempunyai infeksi. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Salmonella</span></em></strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. Ini menyebabkan menjadi </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">kotoran berwarna </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">merah </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">karena invasi pada </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dinding usus</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"> yang masuk </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">ke jaringan, sehingga air dan makanan tidak dapat diserap. Salmonella </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">yang menyerang akan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">menyebabkan keracunan darah dan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">kematian</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Rotavirus dan Cryptosporidia</span></em></strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Biasanya bila pedet mengkonsumsi air susu yang masam</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Mikroorganisme </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">yang biasanya ada di usus </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">akan meningkat </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">pesat dalam susu asam ini, menghasilkan racun, sehingga usus bekerja lebih cepat </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">dan menyebabkan diare</span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. Air<br />
</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">dalam </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">makanan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">juga akan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">hilang. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Pencegahan </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">diare</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">M</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">enyediakan colostrum </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">yang cukup </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dalam beberapa jam pertama setelah lahir. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">B</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">eberapa jam pertama setelah lahir</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">, pedet </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dapat menyerap antibodi dari colostrumuntuk </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">member </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">imunitas </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">dan mencegah </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">infeks</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">i</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span> </span>Diperlukan sekitar </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dua liter colostrum susu. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Pada beberapa kasus Induk tidak memiliki cukup antibody dalam kolostrumnya untuk memberi perlindungan kepada pedet mereka</span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">.<br />
</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">C</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">olostrum </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">yang dibekukan akan sangat berperan dalam kejadian ini</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Sediakan lokasi yang teduh dari cuaca dingin untuk menghindari stress.<span>  </span>Kejadian s</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">tres</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">s</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">sangat penting untuk memungkinkan kejadian diare</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">M</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">anajemen</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">pemberian </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">pakan</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"> yang baik</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span> </span>Pemberian pakan yang terlalu banyak </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dan perubahan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">komposisi pakan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dapat menyebabkan stres. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Perawatan diare</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Gunakan elektrolit dalam konsentrasi yang tepat</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">•</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;">Gunakan antibiotic bila diperlukan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Program perawatan</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span>  </span></span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">: </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">a)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Ganti semua </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">susu </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dengan elektrolit. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">b)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Gunakan antibiotik jika perlu (saran pada dokter hewan)</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">c)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Secara bertahap </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">ganti </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">elektrolit dengan susu selama beberapa hari. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Jika kejadian diare masih berlanjut, pedet perlu diinfus dengan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">cairan intravena. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"><span>  </span>Memaksakan makanan akan menyebabkan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">radang paru-paru, karena </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">saat pedet </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">sakit</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">, mereka </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">tidak dapat menelan sebagaimana mestinya.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Pastikan anak sapi </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">berada dalam keadaan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">hangat dan kering. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Cuaca yang buruk </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">akan melakukan hal-hal buruk. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Radang paru-paru </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Radang paru-paru adalah infeksi paru-paru dan telah menyebabkan banyak</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"> kematian</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">. Cacing paru-paru </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">merupakan penyebab dengan meng</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">infeksi paru-paru. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Pedet </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">yang </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">dapat </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">bertahan radang paru-paru</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">, </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">memerlukan waktu lama untuk sembuh. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">Biasanya akan terjadi gangguan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">pertumbuhan dan produk</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">tifitas yang rendah saat telah mulai berproduksi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Pencegahan paling penting </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">adalah penyediaan lokasi pemeliharaan dan sirkulasi yang baik.<span>  </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">Stres yang disebabkan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">karena cuaca </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">dingin, kondisi basah, dan pakan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US">yang berlebihan dapat menyebabkan </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;">radang paru-paru. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:20pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Acetonaemia (Ketosis) of Dairy Cows</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Nicky Stone, Ballarat</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Updated: July 2007</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:10pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">AG0210</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:10pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">ISSN 1329-8062</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:10pt;color:black;line-height:115%;">© State of Victoria, Department of Primary Industries </span><span style="font-size:10pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Calibri;"><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;">A very distinct problem for dairy cows is the disease of</span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;"> </span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;">ketosis (or acetonaemia). The occurrence of this disease</span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;"> </span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;">in dairy cows is related to an increased demand for</span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;"> </span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;">glucose by the animal. Ketosis also occurs in other</span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;"> </span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;">animals and the problem is known by various names, eg,</span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;"> </span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;">regnancy toxaemia in ewes.</span></em><em><span style="font-size:8pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Most commonly, ketosis is seen either in high producing</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">cows or cows on a poor diet. Signs of the disease can be</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">seen before calving, but they occur most commonly in the</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">first month after calving and occasionally in the second</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">month. In a herd, ketosis can either be sporadic with only</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">individuals affected, or endemic with many cows affected</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">over a period.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Cause</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">The disease is an extension of a normal metabolic process</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">that occurs in most heavily producing dairy cows. The</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">basic problem in ketosis is a deficiency of glucose (or</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">sugar) in the blood and body tissues. Glucose is produced</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">by the cow from carbohydrates which are a major</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">constituent of pastures and other supplementary feeds in</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">varying degrees.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">In late pregnancy, glucose is directed from normal bodily</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">functions to the nutrition of the developing calf. As</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">lactation starts, glucose is essential for the formation of</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">lactose (milk sugar) and milk fat. The requirement for</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">glucose is at such high levels that the blood becomes low</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">in glucose (hypoglycaemia). Fifty grams of glucose is</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">required for each litre of milk with a 4.8% lactose test and</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">30 grams for each litre of milk with a 4% fat test.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Cows (and other ruminants) cannot be fed glucose in their</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">diet; it has to be made in the rumen from suitable</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">carbohydrates in the diet.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">If the amount of suitable carbohydrate in the diet is not</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">enough to meet the glucose needs of the cow in full milk,</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">the liver starts to manufacture glucose from other basic</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">compounds in the body &#8211; usually fat reserves.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Unfortunately the increased production by the liver also</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">gives rise to undesirable by-products called ketones.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">These, together with the lack of blood sugar, cause the</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">signs seen with the disease.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Primary ketosis, as described, occurs when high producing</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">cows simply cannot eat enough carbohydrate to satisfy</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">their glucose needs, or where the feed available is</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">somewhat deficient in carbohydrate.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">A secondary ketosis can also occur when a primary</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">problem or disease causes an upset in the digestion or</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">metabolism of carbohydrate by the cow. This can occur</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">even though the amount of carbohydrate eaten seems</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">adequate for normal body functions. The primary diseases</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">involved in this type of ketosis include displacement of the</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">fourth stomach, peritonitis, mastitis, metritis, milk fever, or</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">any problem reducing the cow&#8217;s appetite for a length of</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">time.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Signs</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">The two major forms of ketosis occurring in dairy cattle</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">are the wasting and nervous forms. The wasting form is</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">much more common.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span><span style="font-family:Calibri;">1)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></em></strong><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Wasting form of ketosis</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Initially there may be a gradual decline in appetite over</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">two to five days. Often the appetite is lost in an unusual</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">manner and the cow may eat grass and hay but will not eat</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">grain or silage. The appetite may appear depraved, with</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">cows eating any objects, including dirt and stones.</span><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Consequently, milk yield falls quickly to a fraction of its</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">initial level, but never ceases completely. By this stage the</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">affected animal is obviously ill and is disinclined to move,</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">may be staggery or unsteady on its legs, and the head is</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">often carried low to the ground.</span><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Temperature, pulse, and respiration rates of the cow</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">remain fairly normal as the animal loses weight. The coat</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">is described as having a &#8220;woody&#8221; appearance, presumably</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">due to the loss of fat reserves under the skin.</span><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">The ketones produced by the cow in this disease have a</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">characteristic sweet &#8220;sickly&#8221; smell, which may be detected</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">on the cow&#8217;s breath and less commonly in milk samples.</span><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Very few affected animals die but, without treatment,</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">recovery is slow with milk yields gradually improving</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">over one month but never fully returning to normal levels.</span><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">This form can be very mild, the only clue to its presence</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">being a small reduction in milk production.</span><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span><span style="font-family:Calibri;">2)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></em></strong><span style="font-family:Calibri;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Nervous form of ketosis</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">This form of ketosis is less common. In typical cases the</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">signs are quite striking. Affected cows can show a range of</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">signs including apparent blindness, aimless wandering, and</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">strange movements of the tongue leading to incessant</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">licking of the skin. Affected cows may also walk in circles</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">and bellow loudly for no apparent reason. These kinds of</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">behaviour can last for one or two hours, with the signs</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">starting more suddenly than the wasting form of the</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">disease.</span><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Diagnosis of the disease</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">The typical signs, with a history of the affected animal</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">having recently calved or nearing peak lactation, are</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">usually sufficient to make a diagnosis of primary ketosis.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Secondary ketosis must be suspected where there is a lack</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">of response to treatment, or where the signs seen are not</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">typical of primary ketosis. In this case the underlying</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">cause, for example mastitis, must be diagnosed and treated</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">accordingly.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Biochemical tests can be performed on urine, milk, or</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">blood to detect the presence of ketones. Testing is</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">available from veterinarians.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Treatment</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">The initial aim of treatment is to restore the lack of glucose</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">in the body.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">A quick-acting glucose supplement is required</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">immediately. Follow-up treatment is aimed at providing a</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">long term supply of glucose.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;" lang="EN-US"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span><span style="font-family:Calibri;">a)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></em></strong><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Glucose replacement</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 72pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span><span style="font-family:Calibri;">1.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></em></strong><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Intravenous administration of a dextrose solution by a</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">veterinarian is effective in the short term, but follow-up</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">treatment is essential if relapses are to be avoided.</span><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"></span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 72pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span><span style="font-family:Calibri;">2.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></em></strong><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Drenching with propylene glycol or glycerine has</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">longer term effects. It also has the benefit of ease of</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">administration. Treatment should be continued for two to</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">four days. Several commercial compounds contain</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">propylene glycol and glycerine</span><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"></span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span><span style="font-family:Calibri;">b)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></em></strong><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Hormonal therapy</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" sty